Obat di RSUD Kota Bekasi Hanya Cukup untuk Sebulan!

RSUD Kota BekasiBEKASI – Persediaan obat generik, khusus untuk penderita penyakit jantung dan kejang, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, hanya bisa digunakan sampai satu bulan. Hal ini dikarenakan ada permasalahan dalam pengiriman obat di RSUD tersebut.

“Ya mulai menipis, tapi persediannya masih bisa digunakan selama satu bulan lagi,” ujar Direktur Utama RSUD Kota Bekasi, Titi Masrifahati, pada Tribun Jakarta, Minggu (03/04).

Menipisnya stok obat, menurut Titi, adalah karena adanya lonjakan pasien, sedangkan untuk pengiriman obatnya cendrung lambat.

“Permintaannya sangat banyak, tapi pengiriman obat cenderung lamban,” kata Titi.

Namun ternyata, menipisnya jumlah obat di RSUD, juga disebabkan karena sejumlah merk obat sampai saat ini masih belum masuk plafon pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Jadi pihak farmasi tidak mencatat untuk belanja obat.

Akibat dari hal tersebut, pihak BPJS belum bisa mengklaim beberapa obat esensial yang diresepkan kepada pasien.

Kejadian ini bahkan bisa terjadi sampai satu tahun. Sedang pihak BPJS masih menunggu otoritas dari Kementerian Kesehatan RI.

Titi, sebagai direktur utama, tentu tidak tinggal diam menanggapi hal ini. Ia berencana akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak.

“Kami akan kaji bersama dengan para dokter terkait obat. Dan mendorong BPJS untuk dapat mengakomodir obat-obatan yang belum bisa diklaim,” katanya.

Dilain sisi, Kepala Inspektorat Kota Bekasi, Cucu Syamsudin, mengkritisi soal penempatan stok obat milik RSUD Kota Bekasi. Menurutnya, gudang obat di RS tersebut masih belum ideal, karena fasilitas yang belum memadai. Hal ini juga dikarenakan pembangunan rumah sakit yang masih belum selesai.

“Alasannya karena pembangunan RSUD kan masih belum sempurna, sedang dalam pengerjaan. Mungkin kalau sudah sempurna akan lebih baik lagi fasilitasnya,” kata Cucu. (Adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini