Warga Kurang Mampu Tak Dapat Kupon, Operasi Pasar Murah di Bekasi Belum Tepat Sasaran?

IMG-20160622-WA0010MUSTIKAJAYA – Salah seorang warga kurang mampu, Suratmi (82) mengaku tidak diizinkan membeli paket sembako di Operasi Pasar Murah (OPM) yang diselenggarakan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Rabu (22/06), karena tidak memiliki kupon.

“Saya tau dari keponakan saya kalau ada pasar murah di lapangan Kecamatan Mustikajaya. Makanya saya ajak anak dan cucu saya ke sini. Tapi tidak boleh ambil karena nggak punya kupon,” ujar Suratmi kepada infobekasi.co.id.

IMG-20160622-WA0013Seorang janda yang tinggal bersama keluarga anaknya di Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya ini mengatakan tidak pernah tahu masalah pembagian kupon, termasuk bagaimana caranya berkoordinasi dengan RT/RW yang merekomendasikan kupon dari Disperindagkop itu.

“Ya mungkin belum rezeki. Mau bagaimana lagi? Habis ini saya mau lihat-lihat lalu pulang,” imbuhnya.

IMG-20160622-WA0011Sementara itu, Kepala Dinas Perindagkop, Aceng Solahudin, mengatakan bahwa paket sembako dalam OPM berisi lima kilogram beras, tiga liter minyak goreng, dan tiga kilogram gula pasir dengan harga hanya Rp 76.200 ini, ditujukan kepada 10.000 warga kurang mampu di empat kecamatan, yaitu Mustikajaya, Bekasi Utara, Medansatria, dan Rawalumbu, dimana akan mendapat 2.500 kupon untuk masing-masing kecamatan.

“Sasaran kami memang masyarakat kurang mampu. Yaitu masyarakat yang pada saat pembagian raskin juga mendapat alokasi. Sosialisasi juga sudah  dilakukan tiga minggu sebelumnya dengan camat dan lurah setempat untuk menyampaikan kegiatan ini,” ujar Aceng.

Lanjut dia, kupon langsung didistribusi ke para masyarakat melalui camat dan lurah di Mustikajaya dengan berkoordinasi dengan masing-masing RT dan RW setempat.

“Per keluarga pun hanya dapat satu kupon karena kupon terbatas juga. Antusiasme masyarakat memang besar, namun jatahnya hanya 2.500 kupon per kecamatan,” tuturnya.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya sudah bicara dengan disperindagkop Jawa Barat untuk mengusahakan kenaikan jumlah subsidi untuk tahun depan.

“Tahun ini kami dapat jatah sepuluh ribu rupiah, artinya kami juga mengalami kenaikan dari tahun lalu yang hanya enam ribu.  Sudah kami usulkan, kalau melihat antusiasme sekarang ini diajukan tahun depan agar ditambah subsidi sampai dua puluh ribu kupon,” katanya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini