Tunggu Keputusan Kemenkes, Pemkot Bekasi Ciut Tindak Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu

Rayendra SukarmadjiBEKASI SELATAN – Peredaran vaksin palsu di sejumlah Rumah Sakit (RS) Kota Bekasi membuat masyarakat resah. Ironisnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dinilai tidak mampu menindak tegas rs yang menggunakan vaksin palsu tersebut.

Sekretaris Daerah (Setda) Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, yang pada saat ini menjabat sebagai PLT Kadinkes Kota Bekasi, mengatakan bahwa Pemkot Bekasi tidak berani melakukan tindakan pencabutan izin operasional rumah sakit yang terbukti melakukan pemakaian vaksin palsu.

“Kami tidak berani untuk mencabut izin operasional rumah sakit yang memakai vaksin palsu, karena kesalahan tersebut merupakan unsur yang tidak sengaja. Kejadian ini merupakan kecolongan pihak rumah sakit dari distributor penjual vaksin palsu tersebut, makanya saat ini kami percayakan pihak penegak hukum (Bareskrim) untuk menyelidikinya,” tutur Rayendra, Selasa (18/07).

Rayendra menjelaskan, pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) guna melakukan pendataan jumlah pasien yang telah mendapatkan vaksin palsu di wilayahnya.

Namun, dari tiga rumah sakit yang terindikasi menggunakan vaksin palsu, hanya RS Hosana Medica di Rawalumbu, Kota Bekasi, yang belum menyampaikan jumlah pasien yang telah terkena vaksin palsu.

“Data sementara yang kami terima, di RS Elisabeth Bekasi ada 125 orang yang telah menggunakan vaksin palsu, lalu di RS Permata Mustikajaya ada 40 orang, dan RS Hosana Medica belum melaporkan karena masih didata katanya,” katanya.

Pria yang akrab disapa Roy itu mengatakan, Pemkot Bekasi telah memanggil para direksi dari tiga rumah sakit guna membahas vaksinasi ulang bagi masyarakat.

Namun sejauh ini, pihak rumah sakit setempat belum menjawab keinginan Pemkot Bekasi untuk melakukan vaksinasi ulang.

“Kalau mereka tidak siap, kami siap untuk memvaksinasi ulang,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite Medik RS Hosana Medica , dr. Tony Winata, menyatakan pihaknya telah mendata seluruh pasien yang diduga menggunakan vaksin palsu.

Hanya saja, jumlah pasien itu langsung diserahkan ke satgas vaksin palsu Kementerian Kesehatan.

“Datanya sudah ada, dan kami akan menyerahkan data itu satgas langsung, karena sungguh tak etis kalau masih dalam penyelidikan petugas, tapi kita sudah beberkan,” ujarnya.

Tony menjelaskan, vaksinasi ulang yang dilakukan oleh tiga rumah sakit di Jakarta dan Kabupaten Bekasi sebetulnya hasil rekomendasi Satgas Kemenkes.

Oleh karena itu, RS Hosana Medica mengaku siap bila direkomendasikan melakukan vaksinasi ulang terhadap pasien.

“Kami siap melakukan vaksinasi ulang, tapi tentunya tunggu keputusan Satgas Kemenkes,” ujarnya. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini