Jika Ingin Tuntas 30 September, Disdukcapil Kota Bekasi Harus Tangani 7 Ribu Perekaman Per Hari

Perekaman KTP Elektronik 1BEKASI SELATAN – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi harus menangani sekitar 7 ribu perekaman per hari apabila ingin menuntaskan target perekaman KTP elektronik tepat waktu seperti instruksi Depdagri, yaitu pada 30 September 2016 nanti.

Kepala Bidang Pendaftaran Informasi Penduduk Disdukcapil Kota Bekasi, Nardi, mencatatkan bahwa per 30 Agustus lalu, masih ada target 209 ribu masyarakat yang belum melakukan perekaman maupun mengurus KTP-el yang bermasalah, seperti dobel data. Sementara limit pengurusan perekaman terhitung tiga puluh hari lagi.

“Sebetulnya kan KTP elektronik sudah diberlakukan sejak 2011, tapi masyarakat belum banyak yang antusias mau mengurus dan responnya kurang bagus, jadi akhirnya begini. Ketika Depdagri membuat batas tanggal 30 September itu dan diberitakan secara nasional, jadinya membludak saat ini,” ujarnya kepada Infobekasi.co.id, Kamis siang (01/09).

Nardi menyatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan semaksimal mungkin untuk mencapai target perekaman, mulai dari pelayanan langsung di Dinas, pelayanan di Kecamatan, hingga jemput bola di Kelurahan yang dilakukan mulai 22 Agustus lalu hingga 29 September nanti secara bergilir di lima puluh enam Kelurahan.

Selain itu, Disdukcapil pun masih tetap melayani kebutuhan perekaman di Sabtu, di kantor Dinas dan Minggu dalam agenda Car Free Day.

Perekaman KTP Elektronik 2“Kita fokuskan ke perekaman lebih dahulu. Sementara kan sedang ada juga permasalahan keterbatasan blangko. Jadi setelah perekaman, masyarakat kami berikan surat keterangan sementara yang bisa menggantikan fungsi KTP-el selama belum dicetak,” kata dia.

Lanjut dia, apabila nantinya masih ada masyarakat Kota Bekasi yang masih belum mau mengurus KTP elektronik setelah 30 September, maka akan ditunda pelayanannya.

“Ya itu salah mereka sendiri, kan sudah diinstruksikan harus perekaman sebelum 30 September. Memang akan tetap kami urus, tapi akan kami tunda dulu. Jadi waktu penyelesaiannya lebih lama. Karena kami akan berfokus lebih dahulu ke penyelesaian KTP-el yang belum dicetak saat ini, yaitu yang masih berupa surat keterangan,” paparnya.

Nardi mengungkap, hingga saat ini masih ada sekitar 12.309 KTP-el yang belum tercetak karena keterbatasan blanko. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini