Hijau Lestari Indonesia Gencarkan Pembuatan Biopori

Kepala Seksi (Kasi) Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Suhendra bersama anggota Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Hijau Lestari Indonesia membuat lubang biopori.

RAWALUMBU- Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang konsen terhadap pelestarian lingkungan Hijau Lestari Indonesia (HLI) gencarkan pembuatan lubang biopori di Kota Bekasi. Kegiatan sosialisasi pembuatan biopori dilakukan di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/04).

Ketua Umum HLI Jon Effendi mengatakan, pihaknya tengah menjalankan program pemerintah pusat untuk membuat 10 juta biopori. Dia berharap dengan sosialisasi yang dilakukannya dapat mendorong masyarakat untuk membuat lubang biopori di sekitar mereka.

“Untuk di Bekasi agar masyarakat bisa giatkan biopori dengan sungguh-sungguh. Karena selama ini memang mungkin belum tersosialisasi dengan maksimal,” kata dia kepada infobekasi.co.id di lingkungan RT.07/04 Jalan Makrik/H. Ajid, kelurahan Bojong Rawalumbu, kecamatan Rawalumbu.

Menurutnya, program pembuatan lubang biopori tidak boleh dilakukan hanya satu kali saja. Terkadang, kata dia, fakta di lapangan, usai pembuatan lubang biopori tidak dipantau kembali. Bahkan, kata dia, pembuatan lubang biopori hanya dijadikan seremonial saja. Padahal, kata dia, lubang biopori yang diiisi sampah organik harus dipantau hingga 3 bulan ke depan.

Usai membuat lubang biopori Kepala Seksi (Kasi) Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Suhendra bersfoto bersama anggota Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Hijau Lestari Indonesia.

“Dua hingga tiga bulan ke depan harus ada perawatan. Kita hadir mensosialisasikan agar setelah lubang biopori dibuat agar jangan ditinggal begitu saja,” Kata Jon.

Sebelumnya, Jon mengungkapkan, pihaknya sudah berkeliling Indonesia untuk mensosialisasikan pembuatan lubang biopori ke masyarakat. “Target kita 1,5 tahun untuk menyelesaikan program 10 juta lubang biopori di Indonesia,” kata dia.

Sementata Sekretaris Kecamatan Rawalumbu Romis, dalam sambutannya juga berharap kegiatan sosialisasi biopori tidak dilakukan hanya sebagai simbolis.

“Semoga ini bisa menjadi kegiatan yang berkesinambungan, dan bisa dicontoh oleh kecamatan  lainnya,” harapnya.

Senada dengan itu, Kepala Seksi (Kasi) Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Suhendra mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh HLI sejalan dengan program yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Sebelumnya, Pemkot Bekasi mencanngkan pembuatan satu juta lobang biopori.

“Masyarakat harus terus kita bina, salah satunya dengan kegiatan biopori ini untuk meminimalisir kerusakan lingkungan di sekitar kita. Dinas LH tentu akan terus memberikan dukungan kepada pihak pihak yang konsen terhadap pelestarian lingkungan seperti Hijau Lestari Indonesia (HLI) ini, ” tandasnya (bams)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini