Penunggak Iuran BPJS Kesehatan di Bekasi Bakal Ditagih ke Rumah

Infobekasi.co.id – BPJS Kesehatan Kota Bekasi melibatkan Puluhan kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk menagih tunggakan BPJS dari warga. Selain menagih, mereka juga bertugas mensosialisasikan seputar BPJS, mengingatkan untuk membayar tepat waktu.

”Mereka membantu mensosialisasikan dan membantu rekruitmen, tapi inti utamanya menagih iuran BPJS. Tapi itu kan bukan pekerjaan yang menjanjikan uang besar, kita butuhnya orang yang bermotivasi untuk membantu masyarakat,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Kota Bekasi, Eddy Sulistijanto saat dijumpai di kantornya, baru-baru ini.

Dia mengaku, BPJS Kesehatan cabang Kota Bekasi bekerja sama dengan pemerintah ditingkat kelurahan untuk memberikan rekomendasi membantu menjaring tunggakan iuran di masyarakat. Kader JKN ini adalah mitra BPJS, bukan sebagai pegawai BPJS.

”Kolaborasi dengan pihak kelurahan ini bertujuan untuk menjaring masyarakat yang bisa dijadikan kader JKN diwilayahnya, salah satu kriterianya adalah mereka yang mampu berkomunikasi baik dengan masyarakat dilingkungan sekitar,” katanya.

Setelah direkomendasikan, nama-mana tersebut melalui proses wawancara dan mendapatkan sosialisasi mengenai BPJS. Lalu, kader JKN tersebut bisa langsung terjun di masyarakat berbekal surat sebagai kader JKN dari kantor BPJS.

Saat ini kader JKN di Kota Bekasi difokuskan pada wilayah-wilayah yang besar nilai tunggakan premi BPJS. Kader JKN ini kata Eddy, sudah ada sejak tahun 2016 lalu, namun masih terbatas pada fungsi sosialisasi.

Istilah Dept Collector dibantah oleh Eddy, kader JKN tersebut dijelaskan tidak serta merta mendatangi rumah dan menagih tunggakan iuran. Namun, juga berfungsi untuk sosialisasi, dan mengingatkan untuk membayar tunggakan premi.

”Cuman memang kalau kita fokusnya ke yang piutangnya banyak ya, kalau semua ada (kader) juga kan mungkin nggak efektif ya, kalau misalnya disana nggak ada orang nunggak kan ngapain ada,” lanjut Eddy.

Keberadaan kader ini dinilai oleh Eddy cukup efektif untuk menjaring penuggak premi. Puluhan kader yang ada di Kota Bekasi ini terdiri dari berbagai macam latar belakang mulai dari ibu rumah tangga, sampai ke kader PKK dimasing-masing lingkungan.

Kendala yang sering di alami oleh kader tersebut dalam melaksanakan tugas diantaranya tidak berhasil menemui pemilik rumah. Sebagian besar bekerja di luar Kota Bekasi, sehingga harus mensiasati malam atau akhir pekan.

Di waktu yang lain, Staf bidang Komunikasi Publik BPJS cabang Kota Bekasi, Putu Mahesa Adhidharma menambahkan, ada 31 kader JKN di Kota Bekasi yang akan dilibatkan untuk menagih tunggakan iuran.

”Jadi dia kader ini kita tidak fokus di salah satu kelurahan atau salah satu kecamatan aja (merangkap wilayah yang belum ada kader), bahwa kita targetnya setiap kelurahan ada kader. Minimal banget tiga bulan sekali evaluasi, tapi akhir-akhir ini satu bulan sekali evaluasi,” kata Putu.

Diketahui bahwa untuk kader JKN ini, mendapatkan insentif sebesar 25 persen dari total iuran tertunggak yang berhasil dikumpulkan.

sumber: (pojokbekasi.com/sur/rbs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini