Infobekasi.co.id – Sebanyak empat warga Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit akibat diserang tawon ndas. Meski demikian, pemerintah belum menyebut adanya tawon tersebut sebagai wabah.
“Untuk wabah belum, karena keberadaanya masih cukup jarang-jarang juga, tempatnya variatif,” kata Komandan Regu Tim Evakuasi Penyelematan Damkar Kabupaten Bekasi Adhi Nugroho
ketika dikonfirmasi pada Kamis (10/10).
Ia menyebut empat warga disengat tawon terjadi pada periode sebulan terakhir. Diantaranya seorang balita dan tiga siswa sekolah, mereka hanya dilakukan pemeriksan medis di instalasi gawat darurat lalu pulang ke rumahnya. Adapun satu orang lagi yaitu dewasa tak sampai masuk ke rumah sakit.
“Efek sengatan pasti meriang satu hari. Tapi, kalau disengat banyak bisa meninggal,” ujar Adhi.
Ia mengatakan, selama Oktober sudah mengevakuasi empat sarang tawon ndas. Lokasinya berada di rumah maupun pohon di lingkungan penduduk. Setelah dievakuasi, sarang berikut tawonnya kemudian dimusnahkan.
“Tips supaya tidak diserang tawon, kalau mengetahui keberadaan sarang tawon, diupayakan dihindari, jangan didekati, apalagi diusik. Segera laporkan ke Damkar untuk dievakuasi agar tidak mebahayakan penduduk lain,” ujar Adhi.
Ia mengatakan, pertumbuhan tawon di permukiman penduduk cukup pesat diduga akibat banyak alih fungsi lahan. “Habitatnya itu di kebun atau sawah, tapi sekarang banyak berubah jadi permukiman,” ujar dia.(fiz)








































