Skip to content

Sembilan Orang Meninggal Dunia Ketika Banjir Parah Bekasi

Infobekasi.co.id – Banjir parah yang menyergap Kota Bekasi pada Rabu lalu hingga Kamis menelan sembilan korban jiwa. Penyebabnya tenggelam karena arus, kesetrum, hingga akibat peristiwa kebakaran.

“Info (Data) di posko utama pendopo di Kantor Wali Kota ada delapan orang (sampai Jumat siang),” kata Kepala BPBD Kota Bekasi, Haryono kepada wartawan di Komplek PGP, Jatiasih, Jumat, (3/1).

Menjelang sore, satu bocah berusia 11 tahun di Kalibaru, Medansatria ditemukan setelah hanyut terbawa arus Kali Kobak. Dia hilanga terbawa arus ketika banjir pada Kamis pagi di sekitar rumahnya.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, mereka yang meninggal dunia diantaranya dua orang di wilayah Pondok Melati akibat kebakaran. Korban meninggal dunia gosong lantaran tak bisa menyelamatkan diri lantrara di luar kondisinya banjir.

Selain itu, ada dua orang lagi meninggal dunia di wilayah Bekasi Barat akibat tertimpa tembok. Sedangkan, tiga orang lagi meninggal akibat tenggelam berada di Pondok Gede dan Medansatria, terakhir satu orang diduga tewas akibat kesetrum di wilayah Rawalumbu.

“Status bencana di Kota Bekasi sekarang tanggap darurat,” kata dia.

Ia menambahkan, sebanyak 300 ribu warga Kota Bekasi terdampak banjir, mereka tersebar hampir di semua kecamatan. Paling parah di Jatiasih seperti PGP, Vila Nusa Indah, Vila Jatirasa, dan titik lainnya. Ketingian mencapai lima meter lebih. (fiz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *