GoRide Kembali Beroperasi di Kota Bekasi, Perkenalkan Inisiatif J3K

Infobekasi.co.id – Gojek mengaktifkan kembali layanan transportasi roda dua, GoRide di Kota Bekasi mulai hari ini, Kamis (9/7). Melalui inovasi J3K, mewujudkan komitmen Gojek untuk mendukung produktivitas seluruh pengguna ekosistemnya, mulai dari pelanggan hingga mitra, agar dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan terjaga kesehatannya.

VP Region West Java & Banten Gojek – Becquini Akbar mengatakan, J3K yaitu Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan guna memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pelanggan di tengah pandemi global COVID-19. Inovasi ini diluncurkan dalam di masa tatanan kehidupan baru masyarakat produktif, aman Covid-19 di Kota Bekasi.

“Sejak awal pandemi, Gojek telah melakukan berbagai penyesuaian yang mengedepankan aspek kesehatan pada setiap layanan,” katanya dalam keterangan tertulis pada Kamis (9/7).

Menurut dia, J3K yang dihadirkan tanpa ada pembebanan biaya tambahan. “Karena kami percaya bahwa rasa aman dan nyaman harus diberikan kepada setiap mitra, pelanggan, dan masyarakat luas,” tuturnya.

Jaga Kesehatan di dalam J3K yaitu program gaya hidup sehat, terutama bagi para mitranya yang melayani para pelanggan setiap hari. Karena itu, ditekankan penggunaan masker dan membawa hand sanitizer serta pengecekan suhu tubuh bagi mitra driver di enam posko aman di Bekasi.

Pengecekan suhu tubuh ini pun berlaku bagi karyawan mitra usaha GoFood. Gojek secara konsisten juga memberikan informasi prosedur kesehatan kepada pelanggan melalui shuffle card di aplikasi Gojek.

Sementara itu, Jaga Kebersihan di dalam inisiatif J3K adalah program Gojek dalam memastikan kebersihan ekosistem, salah satunya dengan membuat Posko Aman J3K sebagai tempat melakukan disinfeksi kendaraan dan helm, pendistribusian masker, hairnet, dan hand sanitizer bagi para mitra driver.

Adapun Jaga Keamanan di dalam inisiatif J3K merupakan program Gojek dalam memberikan perlindungan untuk keamanan bersama. Di dalam aspek ini, Gojek memberikan informasi suhu tubuh mitra driver dan status disinfeksi kendaraan mereka yang dapat dilihat pelanggan di aplikasi. Fitur ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Prosedur lain untuk jaga keamanan adalah adanya sekat pelindung di GoCar dan GoRide (tahap uji coba), anjuran penggunaan sarung tangan, imbauan penumpang membawa helm SNI milik pribadi, hingga tersedianya Zona Nyaman J3K bagi pelanggan untuk keamanan dan kenyamanan berkendara.

“Kami juga mendorong agar pelanggan dapat mengutamakan transaksi menggunakan GoPay untuk menghindari kontak fisik, baik untuk transaksi layanan Gojek atau transaksi di merchant online atau offline,” tutup Becquini.

Bersyukur Normal Lagi

Seorang driver Gojek, Ade (35 tahun) mengaku bersyukur aplikasi membawa penumpang sudah dibuka lagi. Ia berharap pendapatan meningkat lagi demi mencukupi kebutuhan rumah tangga.

“Karena sebelumnya hanya melayani antar barang dan makanan, sekarang bisa melayani lagi penumpang, mudah-mudahan penghasilan normal lagi,” kata dia.

Driver Gojek, Ade

Mudahkan Aktivitas Masyarakat demi Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan dibukanya kembali layanan membawa penumpang ojek online untuk memudahkan aktivitas masyarakat Kota Bekasi. Diharapkan dengan dibukanya kembali layanan itu, bisa menunjang pendapatan driver ojek online.

“Kalau takut terus sama virus, maka kita akan terkapar semua. Yang kondisinya lemah, terkena Covid-19, kami sudah menyiapkan sarana dan prasarananya,” kata Rahmat Effendi. (fiz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini