Infobekasi.co.id – Namanya Balqis Aulia Rahmah. Usianya sekarang sembilan tahun. Sehari-hari, dia hanya terbaring di kasur lantai rumah kontrakannya di Jalan Gang Remaja No. 22 RT 02 RW 11 Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Ia tak bisa bermain dengan rekan sebayanya. Namanya Balqis Aulia Rahmah. Usianya sekarang sembilan tahun. Sehari-hari, dia hanya terbaring di kasur lantai rumah kontrakannya di Jalan Gang Remaja No. 22 RT 02 RW 11 Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Ia tak bisa bermain dengan rekan sebayanya.Penyebabnya, dia menderita penyakit yang langka. Diagnosis dokter menyebut, penyakit itu Vaskulitis adalah peradangan pada pembuluh darah yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah.
Anak pasangan Firman (35) dan Ismawati (31) ini mulai sakit pada September tahun lalu. Mulanya mengaku pegal-pegal di area kaki hingga membuat Balqis tidak bisa jalan. Karena itu, Balqis pun dibawa ke Rumah Sakit Ananda dengan diagnosa awalnya adalah terkena TB Paru.
“Karena anak saya ini kurus maka pihak RS bilang katanya lari penyakitnya ini ke tulang. Setelah lima hari dari RS ternyata anak saya drop (jari-jarinya) sudah mulai item sekitar bulan September tahun lalu,” ucap Ismawati saat ditemui oleh awak media, Selasa (22/09).
Setelah itu Balqis ini dibawa ke RSUD Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi dengan dirawat selama sepuluh hari, kemudian Balqis dirujuk ke RSCM Jakarta.
“Setelah dibawa ternyata anak saya terkena penyakit Vaskulitis atau peradangan pembuluh darah, jadi yang membuat peredaran darah ini tidak lancar lalu kemudian membuat jari jari tangan anak saya ini kaya item gitu,” jelasnya.
Jari anaknya sudah ada yang diamputasi, empat hari lalu jari kelingkingnya juga putus sendiri. Balqis sekarang hanya menjalani pengobatan secara rawat jalan. Obat-obatan disuplai dari RSCM. Adapun yang dibutuhkan keluarga adalah biaya akomodasi ke RSCM setiap sepekan sekali.
Kontributor: Denny Arya








































