Ketua Partai di Bekasi Mengundurkan Diri karena Kecewa Omnibus Law

Infobekasi.co.id – Kecewa dengan ditetapkannya rancangan undang-undang Cipta Kerja menjadi undang-undang, seorang ketua partai di Kota Bekasi mengundurkan diri dari jabatannya sekaligus kader partai.

Dia adalah HM Gunawan. Sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kota Bekasi. “Kecewa dengan pemerintah yang telah mengesahkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja (Ciptaker) menjadi UU Ciptaker dalam rapat paripurna DPR RI,” katanya ketika dikonfirmasi pada Sabtu (10/10).

Selain kecewa kepada pemerintah, ia juga mengaku kecewa dengan partainya. Sebab, menurut dia, tak ada sikap mengenai rancangan undang-undang sebelum disahkan menjadi undang-undang dalam rapat paripurna di DPR RI.

Gunawan memutuskan mengundurkan diri dengan membuat surat kepada DPP Partai Perindo berisi tentang pengunduran diri. Surat yang diteken pada 8 Oktober 2020 ia tandatangangi langsung dengan menyertakan materai 6000.

“Dengan ini menyatakan bahwa yang sebenar-benarnya saya mengundurkan diri dari ketua ataupun pengurus Partai Perindo Kota Bekasi. Segala sesuatu yang berhubungan dengan Ketua Partai Perindo saya serahkan kepada pengurus Partai Perindo dan atau DPW Partai Perindo Jawa Barat,” demikian isi surat tersebut.

“Demikian surat pengunduran diri ini dibuat dalam keadaan sehat dan tanpa ada paksaan dari siapapun juga,” tutup surat tersebut.

Gunawan mengatakan, Partai Perindo merupakan partai koalisi pemerintah. Kebijakan pemerintah soal Omnibus Law UU Ciptaker ini disebut tidak berpihak kepada masyarakat dalam hal ini kalangan buruh, tapi malah memihak kepada perusahaan.

Ia menyebut, terdapat beberapa poin dari klaster ketenagakerjaan di Omnibus Law UU Ciptaker yang mengancam hak-hak buruh. Antara lain, pengurangan jumlah pesangon dari maksimal 32 kali dalam Undang-Undang 13/2013 tentang Ketenagakerjaan menjadi maksimal 25 kali dalam UU Ciptaker.

Selain itu, tidak adanya batas waktu untuk perjanjian kerja waktu tertentu. Dengan demikian ada kemungkinan seorang pekerja berstatus kontrak selamanya.

“Ini bertolak belakang dengan Partai Perindo yang sangat peduli dengan masyarakat,” demikian Gunawan. (fiz)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini