Warga Cluster Green Village Tuding Ada Mafia Tanah di Balik Sengketa

Infobekasi – Warga perumahan Cluster Green Village RT 10 RW 07 Kelurahan Perwira, Bekasi Utara menempuh jalur hukum menyusul pemilik lahan memasang pagar beton menutup akses rumahnya. Warga menuding ada mafia tanah bermain pada saat pembangunan.

Ketua RW 07 Yunus Efendi menyampaikan, warganya yang terdampak adalah pembeli yang taat aturan.

“Mereka sudah taat dengan hukum, sudah memenuhi persyaratan jual beli, dan kita tahu sama sama bahwa pembeli yang beritikad baik itu harus dilindungi oleh undang undang,” kata Yunus dalam konferensi pers, Kamis (6/8/2023).

Hasil investigasi, kata dia, ada pelanggaran yang dilakukan PT Surya Mitratama Persada sebagai pengembang, baik administrasi maupun hukum.

Yunus memaparkan, warga bahkan taat membayar pajak sebesar 10 persen dalam jual beli dan membayar BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan).

“Sehingga kami, akan melakukan upaya upaya hukum terhadap hal tersebut,” tuturnya.

Sampai sekarang, kata dia, pihak pengembang tidak merespon permasalahn warganya. “Saya sudah menghubungi menelpon developer tapi tidakrespon, dan menyampaikan pesan melalui whatsapp juga tidak direspon. Artinya memang saya mengatakan tidak ada itikad baiknya dalam hal ini,” keluh Yunus.

“Maka kami menyerahkan semua pada tim hukum warga kami untuk diproses lebih lanjut untuk permasalahan hukumnya,” tutupnya.

Kuasa hukum warga, Yanto Irianto menegaskan bahwa pengembang telah melakukan beragam pelanggaran.

“Sampai digugat perdata dan dimenangkan 4 kali, pengadilan negeri Bekasi, Pengadilan Tinggi menang, Banding menang, Kasasi menang. Ya dia menang orang itu milik haknya,” kata Yanto.

Karena itu, pihaknya membawa kasus tersebut ke jalur hukum. “Itu mafia tanah harus ditindak. Semuanya nanti akan saya bersihkan semuanya. Kalo memang perlu ditindak kami akan upaya hukum baik perdata atau pidana,” pungkasnya. (Fahmi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini