ADKI: Judi Online Bagian Disorientasi Publik, Solusinya Pengembangan E-Sport Terpadu!

Infobekasi.co.id – Pernyataan bahwa Indonesia tengah menghadapi krisis judi online bukan sekadar kiasan belaka, melainkan masalah serius yang mewarnai peringkat teratas dalam hal aktivitas perjudian daring.

Baru-baru ini, Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit dan PT Media Kernels Indonesia, merilis data yang mengejutkan. Melalui akun X pribadinya, Ismail membagikan tabel berjudul “Negara Pemain Judi Slot dan Gacor,” yang mengidentifikasi 52 negara di seluruh dunia yang terlibat dalam judi slot daring.

Sayangnya, Indonesia menonjol sebagai salah satu negara yang paling dominan dalam aktivitas ini.

Fikri El-Aziz, Ketua Umum Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI), memberikan tanggapan atas temuan tersebut pada hari Sabtu (9/9). Ia menyatakan bahwa maraknya judi online di Indonesia saat ini merupakan bentuk disorientasi publik.

Ia juga menggarisbawahi bahwa di era digital, terdapat banyak peluang positif lainnya yang bisa dimanfaatkan. Sejumlah individu dengan bakat kreatif di dunia digital telah mampu menciptakan lapangan kerja baru di ekosistem E-Sport Indonesia yang menjanjikan.

Ada yang menjadi atlet, ada yang mendirikan klub, dan menghasilkan pendapatan yang tidak kalah dengan Direktur perusahaan terkemuka. Semua ini merupakan contoh positif dalam lapangan kerja di era digital.

Fikri menambahkan bahwa judi online secara jelas merupakan bentuk disorientasi publik di ranah digital. Kurangnya literasi digital dalam penggunaan gadget membuat sebagian masyarakat, khususnya dari kalangan menengah ke bawah, minim akan edukasi yang diperlukan. Hal ini mendorong judi online menjadi bagian dari rutinitas digital mereka sehari-hari.

“Dalam konteks ini, kami mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta semua pihak terkait untuk serius memandang status darurat judi online ini dengan memahami akar permasalahannya,” tegas Fikri.

“Solusi yang jelas adalah dengan memperkuat pengembangan E-Sport yang terpadu di Indonesia. Potensi ekonomi digital Indonesia harus diarahkan menuju hal-hal yang positif.”

Dalam upaya memerangi judi online, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menjadikannya sebagai salah satu prioritas utama. Sampai saat ini, sudah ada 176 rekening dan 938.106 konten yang terkait dengan aktivitas judi online yang berhasil diblokir.

Masalah judi online di Indonesia memang sudah mendesak dan memerlukan pendekatan terpadu serta perhatian serius dari semua pihak agar dapat diatasi dengan efektif.

Editor: Adi T

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini