RS Kartika Husada Diduga Lakukan Malpraktik Bocah Mati Batang Otak, Kadinkes Kota Bekasi Angkat Bicara

Infobekasi.co.id – Kepala dinas kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati buka suara terkait polemik bocah tewas divonis mati batang otak usai operasi amandel di Rumah Sakit Kartika Husada, Jatiasih Bekasi.

“Itu bukan kewenangan dan kapasitas daripada Dinkes, kalau untuk masalah penilaian ini kan masih berjalan sehingga kami belum bisa menyampaikan,” tukas Tanti Rohilawati, Kamis (5/10/2023).

Namun, Tanti menghormati adanya proses penyelidikan yang dilakukan otoritas kepolisian. Terlebih, kuasa hukum keluarga korban telah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya.

“Karena masih berproses, apalagi sudah ada layangan surat dari lawyer pihak keluarga, bahwa sudah dilaporkan ke Polda, sehingga ini sudah ada diranah hukum,” kata Tanti.

Sebelumnya, manajemen Rumah Sakit Kartika Husada Jatiasih Bekasi menyatakan bakal mematuhi proses hukum.

Pihak Rumah Sakit tersebut, sudah mendapat somasi keluarga korban, yaitu Albert Francis terhadap anaknya yang tewas ialah Benedictus Alvaro (7).

“Terkait (somasi) hal tersebut, kami tidak menghindar, dan kami sebagai warga negara yang baik kita akan patuh terhadap proses hukum yang berlaku,” ujar Direktur RS Kartika Husada Jatiasih Bekasi, drg Dian Indah, Selasa (3/10/2023) lalu.

Rumah Sakit Kartika Husada, saat ini juga masih berkomunikasi dengan pihak keluarga sebagai bentuk keterbukaan (mediasi).

“Rumah sakit juga punya hak langsung dalam hal hukum ini sendiri, ini adalah salah satu somasi yang beresiko, Terkait proses hukum, kita ikuti sesuai tata hukum di indonesia,” pungkasnya.

Reporter : Fahmi

Editor  : Deros

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini