Infobekasi.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sejak awal tahun 2025 hingga 11 April 2025, 596 warga Kota Bekasi terkena gigitan nyamuk BDB. Ini menjadi perhatian Pemkot Bekasi.
“Sejak awal tahun hingga 11 April 2025, data kasus DBD mencapai 596 kasus,” ungkap Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati dalam keterangannya, pada Senin, 21 April 2025.
“Kasus DBD menyerang seluruh usia, dan jenis kelamin, namun kategori usia diantara 15 hingga 44 tahun dengan jenis kelamin laki-laki,” imbuhnya.
Lebih jauh Vevie menegaskan, pihak Dinkes Kota Bekasi telah melakukan beberapa upaya menangani DBD. Salah satunya memberikan logistik arbovirus.
“Itu seperti Larvasida, RDT Combo DBD maupun insektisida kepada seluruh Puskesmas se-Kota Bekasi,” katanya.
“Pemulihan DBD bergantung pada cairan yang tepat, pengawasan tanda-tanda komplikasi, serta pemantauan secara rutin penting untuk proses pemulihan,” sambung Vevie.
Sekedar informasi, Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala yang serius dan bahkan mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan tepat.
Gejala DBD
– Demam tinggi
– Sakit kepala parah
– Nyeri di belakang mata
– Nyeri sendi dan otot
– Ruam kulit
– Pendarahan ringan
Penyebab dan Faktor Risiko
– DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes.
– Faktor risiko termasuk tinggal di daerah tropis, bepergian ke daerah endemik, dan infeksi sebelumnya dengan virus dengue.
Pencegahan dan Pengobatan
– Pencegahan dapat dilakukan dengan mengendalikan populasi nyamuk, menggunakan obat nyamuk, dan menghilangkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk.
– Pengobatan DBD berfokus pada mengurangi gejala dan mencegah komplikasi. Penderita DBD perlu mendapatkan perawatan medis yang tepat dan memantau kondisi mereka secara teratur.
Pentingnya Kewaspadaan
DBD dapat menyebabkan komplikasi yang serius, termasuk pendarahan internal, kerusakan organ, dan bahkan kematian. Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai gejala DBD dan segera mencari perawatan medis jika gejala tersebut muncul.
Reporter : Fahmi
Redaktur: Dede R
#DBD #infobekasi #DinkesKotaBekasi





























