Skip to content

Bel Kereta Stasiun Bekasi, Dulu Menggema hingga Kaliabang dan Ujung Harapan

infobekasi.co.id – Pada era sebelum deru kendaraan dan hiruk pikuk kota mendominasi, ada satu suara yang begitu khas dan penuh makna bagi warga Bekasi, bel kereta dari Stasiun Bekasi. Suara nyaringnya, yang menandai datang dan perginya kereta api, dulu bisa terdengar hingga jauh ke berbagai penjuru, Kaliabang, Ujung Harapan, bahkan sampai ke daerah-daerah pinggiran kota.

Bagi warga yang tinggal di sekitar Kaliabang atau sepanjang jalur Kranji hingga Harapan Baru, denting bel ini bukan sekadar tanda kereta datang, melainkan isyarat hidup, bahwa waktu terus berjalan, bahwa pagi telah dimulai, atau senja telah datang.

Anak-anak yang berangkat sekolah, bermain di halaman rumah akan berhenti sejenak, menengadah, dan menebak arah datangnya suara. Para ibu rumah tangga menggunakannya sebagai penanda waktu, bahkan lebih akurat dari jam dinding.

Tak sedikit warga yang punya kenangan personal. Bahkan, ada yang menunggu bel itu sebagai tanda sang ayah akan segera pulang dengan kereta sore dari Jakarta. Ada pula pedagang kecil yang menyesuaikan waktu jualannya berdasarkan lonceng itu. Bel stasiun menjadi bagian dari ritme harian kota, seperti nyanyian mekanis yang menyatu dengan napas masyarakat.

Namun seiring waktu, suara itu perlahan menghilang. Modernisasi transportasi, pembangunan peron yang kedap suara, dan hiruk pikuk kendaraan di jalan-jalan utama membuat bel kereta tak lagi terdengar sejauh dulu. Bekasi pun berubah, dari kota transit menjadi pusat pertumbuhan, dan suara bel stasiun kini tinggal kenangan bagi sebagian generasi.

Meski begitu, suara itu tetap hidup di ingatan. Warga-warga tua di Kaliabang atau Pondok Ungu masih bisa tersenyum saat mengingatnya. Beberapa bahkan berkata, dulu, anak-anak anak sekolah kerap mendengar bel kereta api dari stasiun Bekasi, dan sebelum azan magrib berkumandang, bel stasiun lebih dulu menggetarkan langit Bekasi.

Kini, bel kereta itu mungkin tak lagi terdengar sampai jauh, namun kisah dan gema kenangannya tetap terpatri dalam jiwa kota, sebagai bagian kecil yang menyimpan wajah masa lalu Bekasi yang bersahaja.

Deros / infobekasi

#BelkeretaApi #KAI #Infobekasi #StasiunBekasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *