infobekasi.co.id – Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek Selatan (Japek Selatan) berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar di SDN 04 Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi. Proyek dimulai sejak 2022 ini telah mengubah lingkungan sekolah tadinya asri dan rindang menjadi area berdebu, gersang, dan bising. Perubahan drastis ini, termasuk relokasi permukiman warga, membuat sekolah rawan maling dan berbahaya bagi siswa.
Akibatnya, jumlah siswa menurun drastis. Sebelum proyek, sekolah memiliki hampir tiga rombongan belajar (rombel) dengan jumlah siswa mencapai 30 per rombel. Kini, banyak siswa yang pindah sekolah karena kondisi lingkungan tidak kondusif dan membahayakan.
Lalu lintas kendaraan proyek yang padat dan jalan tanah yang licin saat hujan meningkatkan risiko kecelakaan bagi siswa. Bahkan, kerusakan bangunan sekolah pun mulai terlihat.
Jian Alfian, salah satu guru, mengungkapkan kekhawatirannya akan keselamatan siswa. Ia menceritakan kejadian siswa yang pernah jatuh karena jalan licin dan bahaya potensi jatuhnya material konstruksi.
Dewi Yuni Lestari, guru lainnya, menambahkan bahwa rencana relokasi sekolah yang sudah diusulkan tiga tahun lalu belum juga terealisasi. Keduanya berharap pemerintah segera merealisasikan relokasi untuk menyelamatkan masa depan pendidikan anak-anak di SDN 04 Burangkeng.
AT/drs








































