Ini Cara Menghitung Fidyah yang Benar Agar Utang Puasa Terbayar

infobekasi.co.id – Bagi kalian yang bermukim di lingkungan perkampungan Bekasi, melihat atau bahkan ikut hadir dalam acara kegiatan keagamaan tahlilan di salah satu rumah penduduk yang berduka. Pada malam ke tujuh, tuan rumah biasanya menakar beras per liter dibungkus plastik dan di masukan ke karung beras. Beras itu untuk membayar fidyah bagi orang yang sudah meninggal.

Lantas apa itu Fidyah?. Secara sederhana, fidyah adalah tebusan atau denda yang wajib dibayarkan oleh seseorang karena meninggalkan kewajiban ibadah, khususnya puasa Ramadan.

Kewajiban ini muncul karena adanya alasan tertentu yang dibenarkan secara agama, sehingga seseorang tidak dapat menjalankan ibadah sebagaimana mestinya. Untuk memahami lebih jelas, berikut adalah poin-poin penting mengenai fidyah:

Siapa yang Wajib Membayar Fidyah?. Fidyah tidak berlaku bagi semua orang, melainkan hanya untuk mereka yang tidak mampu lagi menjalankan puasa dan tidak mungkin menggantinya (qadha) di kemudian hari. Golongan ini meliputi; orang tua renta yang fisiknya sudah sangat lemah. Orang sakit parah yang kecil kemungkinannya untuk sembuh. Ibu hamil atau menyusui (dalam kondisi tertentu, terutama jika mereka khawatir akan keselamatan bayinya).

Fidyah biasanya diberikan kepada fakir miskin dalam bentuk makanan pokok atau makanan siap saji. Ukurannya, menurut mayoritas ulama, besaran fidyah untuk satu hari puasa yang ditinggalkan adalah 1 mud (sekitar 675 gram, atau sering dibulatkan menjadi 0,7 kg hingga 1 kg beras).

Bisa juga pembayaran dengan uang. Berdasarkan pandangan Mazhab Hanafi, fidyah juga diperbolehkan dibayarkan dalam bentuk uang yang nilainya setara dengan harga makanan pokok tersebut.

Mengapa Menggunakan Beras dalam Jumlah Banyak?. Seperti yang sering terlihat dalam tradisi masyarakat, pihak keluarga biasanya menghitung total perkiraan utang puasa almarhum selama bertahun-tahun. Hasil perhitungan tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk berkarung-karung beras dibagikan sekaligus saat acara doa bersama atau tahlilan.

Apa Perbedaannya dengan Zakat?. Banyak orang sering menyamakan fidyah dengan zakat, padahal keduanya berbeda. Zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu secara finansial. Sementara itu, fidyah hanya wajib bagi mereka yang memiliki “utang” ibadah karena alasan syar’i (udzur syar’i).

Jadi, fidyah adalah bentuk kasih sayang dan keringanan dalam agama Islam. Bagi mereka yang tidak lagi mampu beribadah secara fisik, mereka tetap diberikan jalan untuk meraih pahala dan menggugurkan kewajiban dengan cara membantu memberi makan orang-orang membutuhkan.

Editor : Dede R

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini