Ini ‘Pakem’ KP2C Cara Mengetahui Level Siaga Banjir

infobekasi.co.id – Warga bantaran Kali Bekasi diharapkan memahami status kesiagaan banjir, guna mencegah kepanikan dan memungkinkan evakuasi mandiri sebelum air kiriman tiba.

Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C) memiliki standar atau pakem dalam menetapkan status kesiagaan yang sederhana dan mudah dipahami. Standar ini pun sejalan dengan klasifikasi yang digunakan oleh BPBD Kota Bekasi.

Sistem peringatan dini berbasis masyarakat ini telah diakui efektivitasnya oleh BNPB Indonesia. “Kami menggunakan bahasa yang sederhana, yaitu Siaga 3, 2, dan 1,” ujar Ketua KP2C, Puarman.

Sebagai informasi, Kali Bekasi merupakan pertemuan dari dua aliran sungai alami di Bogor, yakni Sungai Cileungsi dan Cikeas. Untuk memantau kondisi, KP2C telah memasang CCTV di berbagai titik serta menyiagakan petugas untuk memantau langsung di area hulu.

Puarman menjelaskan, kondisi dinyatakan Normal jika Tinggi Muka Air (TMA) di pertemuan Cileungsi-Cikeas (P2C) Jatiasih berada di bawah 350 cm. Status Siaga 3 ditetapkan pada TMA 351–450 cm; pada level ini, posisi air masih satu meter di bawah rata-rata jalan.

“Siaga 2 ditetapkan pada TMA 451-550 cm. Di level ini air sudah mulai masuk ke permukiman, namun biasanya baru sebatas setinggi saluran air (got),” jelasnya.

Meski begitu, air mungkin sudah masuk ke rumah-rumah di titik terendah pinggiran Kali Bekasi, seperti Gang Mawar (Bekasi Timur) dan Kampung Lebak (Teluk Pucung). Hal ini sempat terjadi pada banjir pekan lalu saat TMA mencapai puncaknya di angka 500 cm. Status Siaga 1 berlaku jika TMA melampaui 550 cm.

“Siaga 1 artinya air sudah masuk ke dalam rumah,” jelas Puarman.

Sebagai gambaran, pada banjir besar Maret 2025 lalu, TMA di P2C sempat menyentuh angka 875 cm dengan status Awas.

Puarman menuturkan, pihaknya dapat memprediksi kedatangan air sebelum sampai ke titik pertemuan Kali Bekasi. Perjalanan air dari hulu Cileungsi ke Kali Bekasi memakan waktu sekitar enam jam, sedangkan dari hulu Cikeas sekitar empat jam.

“Artinya, warga memiliki waktu sekitar enam jam untuk melakukan evakuasi mandiri sebelum banjir tiba,” terang Puarman.

Volume air yang paling berdampak pada Kali Bekasi berasal dari Cileungsi. Hal ini lantaran luasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cileungsi mencapai 26.500 hektare, jauh lebih besar dibandingkan DAS Cikeas yang seluas 11.300 hektare. Pada banjir Maret 2025 lalu, TMA di hulu Cileungsi terpantau mencapai puncaknya di angka 600 cm.

Adapun level siaga di hulu Cileungsi ditetapkan sebagai berikut:

– Siaga 4: TMA 101-150 cm

– Siaga 3: TMA 151-200 cm

– Siaga 2: TMA 201-300 cm

– Siaga 1: Di atas 300 cm

(AT/Deros) 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini