Infobekasi.co.id – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengidentifikasi empat titik berpotensi mengalami kepadatan kendaraan di ruas Tol Jakarta-Cikampek selama periode mudik dan balik Lebaran 2026.
Menurut VP Corporate Secretary and Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, titik pertama berada di KM 48 arah Jakarta menuju Cikampek, yaitu pertemuan Tol Jakarta-Cikampek bawah dengan Tol Layang MBZ.
“Upaya penanganannya pengaturan buka atau tutup akses on-ramp MBZ secara situasional serta rekayasa lalu lintas contraflow,” ujarnya, Rabu (11/3).
Selanjutnya, kepadatan juga diperkirakan terjadi di Rest Area 57 A, 52 B, dan 62 B, yang menjadi tujuan favorit pemudik. Penanganannya meliputi pengaturan buka-tutup rest area, penertiban kendaraan yang parkir di bahu jalan, serta rekayasa contraflow jika diperlukan.
Titik ketiga berada di KM 66, pertemuan Tol Jakarta-Cikampek dengan Tol Cipularang. Untuk mengantisipasinya, akan dibuka secara fungsional ruas Tol Jakarta-Cikampek Selatan. Titik keempat adalah Gerbang Tol Cikampek Utama dengan penanganan berupa contraflow dan pengoperasian GT Cikatama 8.
JTT memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026, dengan perkiraan sebanyak 126.716 kendaraan melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Tol Trans Jawa. Secara keseluruhan, PT Jasa Marga Tbk memperkirakan sebanyak 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan Jabodetabek selama periode mudik, dengan 50 persen mengarah ke arah timur melalui jalur tersebut.
Selain itu, Jasa Marga telah menyiapkan lebih dari 8.000 personel dan 516 kendaraan operasional. Layanan informasi juga diperbarui dengan nomor call center baru 133 untuk memudahkan pemudik mengakses bantuan atau informasi selama perjalanan.
Reporter: Fahmi
Editor : Deros






























