Infobekasi – Kabar duka datang dari SMK Negeri 15 Kota Bekasi. Salah satu siswanya, Sapta Prihantono meninggal setelah menjalani perawatan intensis di RSCM, Jakarta. Sapta merupakan korban kebakaran disertai ledakan di SPBE Cimuning, Kecamatan Mustikajaya pada Rabu malam, 1 April 2026 lalu.
Kabar duka disampaikan sekolah lewat akun media sosial resminya. Sapta meninggal pada Selasa, 7 April 2026 atau setelah tujuh hari menjalani perawatan medis akibat luka bakar yang dideritanya.
“Sedangkan ayah dan 3 kakaknya masih dirawat di RS Citra Arafiq dan RSUD Kab. Bekasi,” demikian keterangan yang diunggah sekolah dikutip pada Rabu, 8 April 2026. Selain mengalami luka, dalam keterangan disebutkan keluarga ini juga kehilangan rumah akibat hancur karena kebakaran disertai ledakan.
Berdasarkan catatan, jumlah korban meninggal sampai dengan hari ini mencapai tiga orang. Dua korban sebelumnya adalah Satpam SPBE. Sementara jumlah korban masih dalam perawatan sebanyak 10 orang.
Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, pihaknya berencana akan menggelar rapat bersama dengan pihak pengelola, pemilik usaha dan pihak yang terlibat pada Kamis, 9 April 2026.
Meski demikian, terkait poin-poin ganti rugi dari pihak SPBE, kata dia, saat ini masih dilakukan koordinasi bersama Pemerintah Kota Bekasi.
“Kemudian nanti hari Kamis infonya kami rapat dengan mengundang pihak owner dari PT gas itu. Untuk ganti rugi belum tahu, nanti diputuskan dalam rapat ya. Kalau warga sih tetap minta ganti,” tutur dia.
Editor: Adi T






























