Dulu Pelengkap Pesta Panen, Kini Kesenian Ujungan Jadi Warisan Budaya Nasional
infobekasi.co.id – Tradisi lokal Kabupaten Bekasi kembali tercatat di prestasi di tingkat nasional. Seni pertunjukan tradisional Ujungan kini resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia. Keputusan ini dari Direktorat Warisan Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada 3 Juli 2026.
Hal ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya melestarikan kebudayaan asli Bekasi. Selain memberikan perlindungan hukum terhadap warisan leluhur, pengakuan nasional ini semakin mempertegas posisi Ujungan sebagai salah satu pilar identitas budaya masyarakat Kabupaten Bekasi.
Menilik sejarahnya, Ujungan bukan sekadar pertunjukan ketangkasan biasa. Ketua Pemangku Seni Budaya Bekasi (PANGSI), Drahim Sada, menjelaskan kesenian yang memadukan kelincahan fisik dan penggunaan rotan ini sudah berakar kuat di masyarakat sejak sebelum kemerdekaan, tepatnya sekitar tahun 1940-an.
Pada masa itu, wilayah Bekasi yang didominasi sektor pertanian menjadikan Ujungan sebagai bagian tak terpisahkan dari perayaan pesta panen raya. Meski melibatkan kontak fisik dengan batang rotan, esensi utama Ujungan justru terletak pada nilai sosial, bukan pertikaian.
“Ujungan dilakukan saat pesta panen. Jawara-jawara dari berbagai kampung berkumpul bukan untuk bertarung, melainkan sebagai bentuk permainan dan pererat persahabatan,” ujar Ketua Pemangku Seni Budaya Bekasi (PANGSI), Drahim saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).
Lebih jauh Ia menegaskan, filosofi terdalam tradisi ini adalah memperkuat tali silaturahmi antarmasyarakat. Pasca penetapan status WBTb ini, Drahim mendorong Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk lebih gencar memasukkan pertunjukan Ujungan ke dalam agenda resmi daerah.
Ia juga mengusulkan agar Ujungan diakui sebagai cabang olahraga tradisional di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), langkah yang dinilai dapat mendekatkan tradisi ini kepada generasi muda.
“Pesan intinya adalah persahabatan. Pertunjukan ini menjadi ajang silaturahmi antar jawara kampung dan penjaga keamanan kampung dalam suasana sukacita panen,” tandas Drahim.
(Ari/ded)


