RS Budi Lestari Hadirkan USG AI Pertama di Indonesia, Pemeriksaan Lebih Cepat dan Akurat
infobekasi.co.id – Rumah Sakit (RS) Budi Lestari Bekasi meluncurkan teknologi ultrasonografi (USG) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diklaim pertama di Indonesia untuk meningkatkan ketepatan diagnosis, akurasi, presisi, efisiensi waktu pemeriksaan, serta memperkuat komunikasi antara dokter dan pasien.
Consultant in Reproductive Endocrinology, Fertility & Assisted Reproductive Technology (ART), dr. Binarwan Halim mengatakan, perkembangan AI kini telah masuk ke berbagai aspek kehidupan, termasuk teknologi kedokteran di bidang diagnostik.
“Kini USG sudah dilengkapi teknologi AI yang mempermudah kerja dokter, meningkatkan presisi, ketepatan, dan akurasi diagnosis, serta membuat waktu pemeriksaan lebih efisien,” ujar Binarwan saat konferensi pers, Minggu, 20 Juli 2026.
Ia mengatakan AI mampu menghasilkan visualisasi janin yang lebih realistis sehingga orang tua, terutama ibu hamil, dapat melihat wajah bayi lebih jelas dan mempererat ikatan emosional dengan janin.
“AI mampu menghasilkan visualisasi janin yang lebih realistis sehingga wajah bayi terlihat lebih jelas, sekaligus meningkatkan akurasi pemeriksaan dan mempererat ikatan emosional antara ibu dan janin,” katanya.
Binarwan mengatakan teknologi AI pada alat USG di RS Budi Lestari dilengkapi fitur Picture View dan Virtual View berwarna, serta menjadi yang pertama diluncurkan dan digunakan di Indonesia.
“Kali ini kami menggunakan alat diagnostik berbasis AI yang dilengkapi fitur Picture View dan Virtual View dengan tampilan gambar berwarna. Teknologi ini pertama kali diluncurkan di Indonesia dan akan pertama kali digunakan di Rumah Sakit Budi Lestari,” ujarnya.
Ia memastikan USG berbasis AI tetap aman bagi ibu hamil dan janin karena menggunakan gelombang suara, bukan radiasi. Selain itu, AI juga mempercepat pemeriksaan dengan menangkap gambar organ secara otomatis.
Sementara, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Allan Taufiq Rivai, menegaskan bahwa penggunaan AI pada pemeriksaan USG tidak dimaksudkan untuk menggantikan metode konvensional.
AI hadir sebagai teknologi pendukung yang membuat proses pemeriksaan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien.
“Bukan berarti akan menggantikan yang sebelumnya, justru ini sebenarnya efisiensi. Kita bisa kerja lebih cepat, kemudian lebih precise,” ucap dr. Allan.
Pemilik dan Pembina RS Budi Lestari,
Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Konsultan Fertilitas & Endokrinologi Reproduksi, Prof. Dr. dr. Tono Djuwantono, menegaskan komitmennya menghadirkan fasilitas kesehatan yang modern, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat Bekasi.
“Cita-citanya memfasilitasi tenaga kesehatan yang betul-betul potensial dengan fasilitas yang memadai, sehingga para pasien itu tidak perlu lagi ke rumah sakit di luar negeri dengan harga yang terjangkau. Kami ingin ini menjadi pusat pelayanan, terutama untuk warga Bekasi dan sekitarnya,” ujar Prof. Tono Djuwantono.
Ia menambahkan, rumah sakit akan terus berinvestasi pada teknologi medis terbaru, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), guna membantu dokter memberikan layanan yang lebih presisi dengan biaya yang tetap terjangkau.
“Kami ingin yang terdepan dalam teknologi. Teknologi akan membantu dokter mencapai layanan yang presisi, tapi dengan harga yang terjangkau. Kami akan selalu memfasilitasi kemajuan teknologi apa yang ada di dunia,” ucap dia.
Direktur RS Budi Lestari, dr. Titi Anggraeni Nasution, MARS., M.M., mengatakan rumah sakitnya terus mengembangkan layanan kesehatan dengan menghadirkan berbagai layanan unggulan, mulai dari fertilitas (IVF), dokter subspesialis onkologi, layanan maternitas dengan teknologi mutakhir, klinik tumbuh kembang anak, Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk bayi dalam kondisi kritis, pain clinic, hingga klinik laktasi.
“Kita memiliki layanan unggulan, yang pertama adalah IVF. Kemudian kami juga memiliki dokter subspesialis onkologi. Lalu, materniti, kemudian tumbuh kembang anak, Kami memiliki layanan NICU untuk bayi dengan kondisi kritis, pain clinic yang ditangani dokter subspesialis pain management, serta klinik laktasi bagi ibu yang membutuhkan konsultasi menyusui,” ujarnya. (Advertorial/Fahmi).


