Kampung Buni, Jejak Peradaban Tertua di Bekasi Jauh Sebelum Tarumanagara
Infobekasi.co.id – Sejarah panjang peradaban di wilayah Bekasi ternyata telah berlangsung ribuan tahun silam, jauh sebelum berdirinya Kerajaan Tarumanagara. Jejak peradaban tersebut dikenal sebagai Peradaban Buni, diperkirakan berkembang pada rentang waktu sekitar 1.000 tahun Sebelum Masehi hingga 500 Masehi.
Nama Buni diambil dari lokasi pertama kali ditemukannya bukti keberadaan masyarakat tersebut, yaitu di Kampung Buni, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Berdasarkan sumber buku Sejarah Bekasi, Sejak Peradaban Buni Ampe Waya Gini, data penelitian menunjukkan wilayah persebaran kebudayaan ini sangat luas, membentang di sepanjang pesisir utara mulai dari Karawang, Bekasi, Jakarta, hingga Tangerang, serta menjorok ke pedalaman mengikuti aliran sungai besar seperti Sungai Ciliwung, Sungai Bekasi, dan Sungai Citarum.
Sungai-sungai itu menjadi jalur penghubung utama kala itu, terbukti dari ditemukannya sisa hunian dan alat-alat purba di sepanjang aliran Sungai Bekasi mulai dari muara hingga ke wilayah selatan seperti Kemang Pratama, Cileungsi, dan Cibarusah.
Analisis kerangka manusia yang ditemukan di lokasi tersebut oleh antropolog Universitas Gadjah Mada Teuku Jacob menyebutkan masyarakat pendukung kebudayaan Buni memiliki ciri fisik Austromelanosoid dan Mongoloid, yang diduga berasal dari wilayah dataran Asia Tenggara.
Mereka telah hidup menetap secara tetap, memiliki keahlian membangun tempat tinggal, bercocok tanam, beternak, menangkap ikan, serta mengolah makanan. Masyarakat ini juga sudah mengenal ilmu pelayaran, perbintangan, dan memiliki tatanan sosial dengan kepemimpinan berbasis suku.
Mereka juga memegang teguh kepercayaan tentang kehidupan setelah kematian, sehingga melahirkan tradisi penguburan yang teratur. Ada dua cara penguburan yang dilakukan, yaitu langsung mengubur jenazah di tanah, maupun mengubur jenazah sementara hingga tinggal tulang, kemudian dibersihkan dan dikubur kembali lengkap dengan bekal kubur.
Posisi penguburan pun memiliki aturan tertentu, umumnya menghadap arah yang dianggap tempat berkumpulnya roh leluhur. Kawasan Kampung Buni sendiri diperkirakan merupakan kompleks pemakaman para tokoh atau pemuka masyarakat pada masa itu.
(ded)


