Sensasi Melintasi Jalan Raya Narogong: Penuh Debu, Guncangan dan Bayang-Bayang Truk Besar
Infobeksi.co.id – Mengendarai sepeda motor melintasi Jalan Raya Narogong Bantargebang bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah uji nyali. Tubuh akan terus berguncang saat roda kendaraan dipaksa melibas aspal yang bergelombang dan tak beraturan.
Di jalur ini, lubang-lubang jalanan seolah mengintai di balik kepulan debu pekat yang menyesakkan napas.
Sementara, absennya pembatas jalan membuat jarak antara nyawa pengendara dengan ban-ban raksasa truk kontainer terasa begitu tipis.
Sensasi mencekam itu bukan tanpa alasan. Lintasan yang menghubungkan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bogor itu telah mencatatkan riwayat yang memilukan.
Sepanjang Juni hingga Juli 2026, aspal Narogong telah berkali-kali menjadi saksi bisu tumpahnya darah para pengguna jalan.
“Terjadi 16 laka lantas pada Juni dan Juli. Diantaranya sebanyak 14 mengalami luka-luka, luka berat enam orang dan meninggal dunia 1 orang,” ujar Kanit Penegakkan Hukum Laka Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, kepada Infobekasi, Senin, 3 Agustus 2026, lalu.
Tekanan psikologis bagi pengendara motor atau mobil pribadi semakin nyata saat mereka harus terjepit di tengah dominasi kendaraan bermuatan besar.
Namun, kengerian di koridor ini tidak hanya lahir dari kondisi teknis jalanan yang carut-marut. Pihak kepolisian menyoroti bahwa tragedi sering kali bermula dari perilaku orang-orang di balik kemudi itu sendiri.
Kombinasi antara arus kendaraan berat yang padat dan hilangnya konsentrasi menjadi resep mematikan di jalur yang sering dijuluki “jalur tengkorak” ini.
(Fahmi/dpr)


