Skip to content

Tanah Ekspansif dan Overload, Perbaikan Jalan Bojongmangu Butuh Metode Khusus

Infobekasi.co.id – Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menjelaskan kerusakan jalan raya Bojongmangu disebabkan kandungan material tanah bersifat ekspansif, banyak mengandung lempung (clay) mudah mengembang saat hujan, dan menyusut atau retak saat kemarau. Sehingga menggerakkan fondasi jalan.

“Kondisi tanah labil mengikuti perubahan cuaca, yang menyebabkan pergerakan tanah sehingga memengaruhi kondisi dasar perkerasan jalan di atas,” jelas Henri, Minggu (23/8/26).

Kombinasi tanah labil dan kendaraan overload (beban berlebih) membuat penanganan tidak bisa sekadar ditambal. Pihak SDABMBK sedang mengupayakan perbaikan lanjutan dengan penyesuaian metode teknis dan anggaran.

“Kami fokuskan perbaikan lanjutan dengan perkerasan rigid pavement. Namun perlu penanganan bahu jalan dan drainase,” kata Henri.

Selain itu juga, mempertimbangkan solusi jangka panjang seperti struktur pileslab atau perkuatan second pile, meski biaya konstruksinya cukup mahal dan masih perlu disampaikan kepada pimpinan.

(Ari/ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *