Pencoblosan Pilkades Bekasi: TPS di Lambangsari Ada Ondel‑ondel dan Tari Betawi
Infobekasi.co.id – Suasana pemilihan umum di TPS 17 Lambangsari, Perumahan Dukuh Bima cluster Bima Asri tampil beda dan menarik perhatian warga. Mengusung perpaduan unik antara pesta budaya lokal dan modernisasi teknologi.
Sejak memasuki area TPS, para pemilih langsung disambut oleh dekorasi khas kebudayaan Betawi. Kehadiran ornamen ondel-ondel, pertunjukan tarian Betawi, hingga suguhan makanan tradisional dan prasmanan hangat menjadikan proses pemungutan suara layaknya sebuah pesta rakyat.
Ketua KPPS TPS 17 Lambangsari, Muhammad Arfan, menjelaskan, pemilihan tema adat Betawi tersebut sengaja diangkat untuk menghormati serta melestarikan kebudayaan lokal yang dijunjung tinggi oleh warga sekitar. Sebanyak 366 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang terdaftar di TPS 17.
“Kita menghargai kebudayaan Betawi dan kita sangat menyukai kebudayaan Betawi dari makanannya, budayanya, dan adat istiadatnya,” ujar Arfan di lokasi, Minggu (20/9/26).
Tidak hanya unik dari segi tampilan budaya, TPS 17 Lambangsari juga berdiri sebagai TPS Digital. Berbeda dari TPS konvensional yang identik dengan lembaran kertas surat suara, TPS ini sepenuhnya mengandalkan perangkat teknologi berupa tablet dan mesin pencetak (printer). Menurutnya, penerapannya dirancang agar proses rekapitulasi dan pemungutan suara menjadi jauh lebih efisien.
“TPS digital ini kita menggunakan alat-alat, di sini ada tablet dan printer. Jadi, pilihannya secara digital. Kita memilih di dalam tablet tersebut, berbeda dari konvensional yang memakai surat suara. Di TPS digital ini tidak memakai surat suara. Jadi, rekapitulasinya lebih mudah, pilihannya lebih mudah, dan insya Allah tata caranya lebih mudah,” paparnya.
Secara mekanisme pencoblosan digital di TPS 17 ini Tlterdapat dua bilik suara yang masing-masing telah terintegrasi dengan kode barcode khusus pada surat undangan pemilih. Sistem barcode tersebut memastikan pemilih hanya dapat menggunakan hak suaranya di bilik yang telah ditentukan serta mencegah potensi pemungutan suara ganda.
Adapun alur pelaksanaannya dimulai ketika pemilih mengantre di ruang tunggu sesuai alokasi bilik. Setelah dipanggil panitia untuk verifikasi data menggunakan KTP dan surat undangan, pemilih memasuki bilik suara yang sesuai. Di dalam bilik, pemilih memindai kode barcode, menentukan calon pilihan pada layar tablet, lalu menerima hasil cetakan barcode untuk dimasukkan ke dalam kotak suara.
Proses diakhiri dengan penyerahan surat undangan dan pencelupan jari ke tinta.
Meski sebagian warga sempat merasa canggung dengan sistem baru ini, jalannya pemungutan suara tetap berlangsung lancar berkat kesiapan para petugas panitia yang telah dibekali bimbingan teknis (bimtek) intensif.
“Alhamdulillah kalau untuk dari panitia tidak ada kendala. Mungkin agak kagok atau agak menyesuaikan dari DPT-nya sedikit. Tapi dengan arahan panitia yang sudah dibimtek dan sudah terlatih, alhamdulillah kegiatan pemilihan di TPS 17 secara digital berjalan dengan lancar,” pungkas Arfan.
(Ari/ded)


