Skip to content

Pelayanan Publik Desa Karangharum Sempat Terhenti Sepekan, Kini Normal Kembali

Infobekasi.co.id – Dinamika politik pascapemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Karangharum, kantor desa sempat lumpuh total setelah seluruh aset inventaris diangkut pergi. Kini, Pejabat (Pj) Kepala Desa beserta jajaran perangkat yang baru terpaksa mengandalkan perlengkapan pribadi untuk kembali melayani warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, seluruh aset operasional,  mulai dari komputer, meja, kursi, sepeda motor, ambulan, mobil dinas, hingga lemari arsip, raib tak berbekas pascarapat pleno rekapitulasi Pilkades. Pengambilan aset diduga terjadi dini hari setelah kegiatan usai.

Kepala Seksi Kesejahteraan (Kasie Kesra) Desa Karangharum, Ahmad Jazuli, menyampaikan kejanggalan itu baru disadari pagi harinya oleh pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Saat diperiksa, pintu ruang kantor sudah terbuka dan bangunan nyaris kosong.

“Pemicunya konflik pasca Pilkades. Kebetulan yang kalah itu suaminya kepala desa periode kemarin. Jadi, kuat dugaan yang mengambil aset itu kepala desa periode sebelumnya,” kata Jazuli, Rabu (30/9/26).

Kekosongan itu membuat pelayanan publik terhenti sepenuhnya sejak Senin (21/9) hingga Senin (28/9). Ruangan kantor nyaris melompong, hanya tersisa dua meja dan kotak suara di ruang panitia yang terkunci.

Pelayanan baru bisa diaktifkan kembali secara bertahap mulai Selasa (29/9), seiring masuknya Pj Kepala Desa beserta jajaran baru. Agar kebutuhan administrasi warga tetap terpenuhi, pimpinan desa menyisihkan dana pribadi untuk pengadaan sarana darurat.

“Untuk kebutuhan pelayanan, Pj membeli laptop dan printer dari kantong pribadi untuk sementara,” tambahnya.

Terkait aset yang dibawa mantan pemdes, pihak desa bersama BPD telah melakukan inventarisasi. Melalui komunikasi awal, mantan kepala desa menyatakan berkomitmen mengembalikan sejumlah barang yang masih dibawanya, antara lain satu unit sepeda motor dinas, dua kendaraan operasional, ambulan, serta mobil operasional.

“Alhamdulillah hari ini sudah aman, karena ada pejabat kepala desa yang baru. Dulu memang kosong benar. Mulai kemarin tanggal 29, pelayanan ke masyarakat sudah berjalan kembali,” tutup Jazuli.

(Ari/ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *