Skip to content

Sudah Tak Zamannya Pakai Calo, Kini Cari Kerja Lewat Aplikasi Nyari Gawe

Infobekasi.co.id – Aplikasi Nyari Gawe yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai mendapat respons tinggi dari pencari kerja.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap akses informasi lowongan kerja melalui jalur resmi.

“Walaupun baru beberapa hari, ternyata jumlah audiens para pencari kerja cukup responsif. Dibuktikan di beberapa pekerjaan itu justru sudah overload terkait dengan jumlah yang ditawarkan dengan jumlah yang mendaftarkan,” kata Tri Adhianto di Cikiwul, Bantargebang, Senin (26/10).

Ia berharap aplikasi tersebut dapat memutus praktik percaloan, menyusul adanya warga yang mengaku tertipu melalui perekrutan tatap muka dengan perantara.

“Sekarang sudah tidak ada waktunya lagi melalui calo,” ujarnya.

Tri menyebut, penipuan pencari kerja menyasar warga Bekasi maupun luar daerah.

Aplikasi Nyari Gawe diharapkan menjadi sarana verifikasi lowongan dalam dan luar negeri agar masyarakat terhindar dari tawaran kerja yang tidak jelas.

Tri menyoroti risiko warga yang bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal, mulai dari keselamatan hingga sulitnya mengakses perwakilan KBRI.

Ia menyebut lowongan tersedia bagi berbagai jenjang pendidikan dengan batas usia hingga 45 tahun, sesuai persyaratan masing-masing pekerjaan.

Ia menyebut, upaya memperluas akses pekerjaan menjadi penting mengingat tingkat pengangguran di Kota Bekasi yang disebutnya berada di angka 7 persen.

“Jadi saya kira ini menjadi satu momentum buat para pencari kerja yang hari ini ada 7 persen di kota Bekasi untuk bisa merebut salah satu tempat yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka, mengatakan aplikasi Nyari Gawe telah berjalan sejak awal Oktober 2025.

Hingga saat ini, platform tersebut telah diakses lebih dari 730 ribu pencari kerja, dengan sekitar 500 perusahaan terdaftar dan 220 perusahaan membuka lowongan.

Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 32 ribu lowongan kerja yang tersedia melalui aplikasi tersebut.

“Pak Gubernur ingin mengoptimalkan aplikasi Nyari Gawe untuk memudahkan akses masyarakat dalam mengakses lowongan kerja. Yang kedua, menghindari percaloan dan pungli pada saat seorang pencari kerja mencari lowongan kerja,” katanya.

Menurutnya, aplikasi tersebut membuat proses pencarian kerja dan interaksi antara perusahaan dengan pelamar menjadi lebih transparan. Pemprov Jawa Barat juga mengoptimalkannya melalui bursa kerja online yang digelar bergantian di berbagai kabupaten dan kota.

“Aplikasi nyari gawe ini di inisiasi, yaitu untuk memudahkan akses masyarakat dalam mengakses lowongan kerja, kemudian menghindari percaloan, menghindari pungli pada saat seorang pencari kerja mencari lowongan kerja,” ucapnya. (Advertorial/Fahmi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *