Kondangan Berakhir Duka: Kisah Pilu Satu Keluarga Korban Truk Molen di Halte Cut Mutia
Infobekasi.co.id – Insiden lakalantas truk molen di Jalan Cut Mutia, tepatnya di depan Universitas Bina Sarana Informatika (BSI), Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Minggu (1/11) sore, menyisakan kisah duka. Sebanyak 12 orang yang menjadi korban ternyata adalah kerabat yang baru saja berkumpul untuk bersilaturahmi usai menghadiri acara pernikahan di Tambun.
Dul Alim (48), salah satu anggota keluarga korban, menceritakan, rombongan sebelumnya menghadiri acara kondangan di Tambun, lalu mampir ke rumahnya di Rawalumbu sesuai janjian yang sudah lama disepakati.
“Iya, dari Tambun. Jadi mereka transit ke rumah, emang sudah janjian dari lama sih dia mau main ke rumah. Nanti kalau pas ketemuan di sana, kita ke rumah ya?. Iya, gitu,” cerita Dul.
Keberadaan rombongan tersebut sebelum kejadian juga terekam kamera CCTV di Jalan Pasir Putih D, Rawalumbu, saat mereka meninggalkan rumah Dul, untuk pulang. Istri Dul, Siti Habibah (47), bersama anak bungsunya, Adhisa Raiqa Shafia (5), ikut mengantar para kerabat yang kemudian menunggu angkutan umum di halte tak jauh dari sana.
“Dia mau ngantar saudaranya yang habis ke rumah, mau pulang, jadi lagi nunggu angkot,” ujar Dul.
Namun saat sedang menunggu, truk molen bernomor polisi B 9548 MV tiba-tiba menghantam mereka. Dari rombongan keluarga itu, enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka. Di antara yang meningg adalah istri dan anak yakni, Siti Habibah dan Adhisa.
Dul menceritakan, momen terakhir saat menemukan istrinya yang masih sadar pasca-kecelakaan sebelum meninggal.
“Ketika saya ketemu istri saya, istri saya masih sadar. Saya sempat tanya, Mama kenapa?. Terus, Dede di mana?. Dia cuma guling-guling aja,” kenangnya.
Dul sempat membawa anaknya ke rumah sakit menggunakan sepeda motor, namun nyawa Adhisa tidak tertolong. Saat Ia kembali dengan ambulans untuk menjemput istrinya, Siti juga telah berpulang. Empat korban meninggal lainnya ternyata juga masih kerabat dekatnya, dari empat keluarga yang berkumpul hari itu.
“Yang kemarin masih keluarga semua sih. Empat keluarga itu,” tuturnya dengan suara lirih.
Pertemuan yang seharusnya mempererat silaturahmi, kini berubah menjadi duka mendalam yang tak terlupakan.
#infobekasi #Bekasi
(Rz/ded)


