Duh, Toilet SMAN 1 Kota Bekasi Tak Terawat

WC SEKOLAHBEKASI TIMUR – Kebersihan lingkungan bekas Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), SMAN 1 Kota Bekasi, terbilang memprihatinkan. Hal itu terlihat dari kondisi toilet yang tidak terawat. Bahkan, lantai keramik licin dan berwana hitam.

Para murid selama ini merasa tidak nyaman saat menggunakan fasilitas toilet tersebut. Ironisnya, kerusakan wastafel pada kamar mandi siswi sudah terjadi selama enam bulan lalu dan hingga kini masih diabaikan oleh pihak sekolah. Sedangkan mayoritas murid SMAN 1 Bekasi, berasal dari kalangan keluarga yang terbilang mampu.

“Ya gak nyaman dong kalau kondisinya masih terus seperti ini. Padahal, kerusakan wastafel itu sudah lama sejak saya naik kelas sebelas”, ungkap Aurel salah seorang siswi kelas XI, SMAN 1 Kota Bekasi, Kamis (11/02).

Dirinya menjelaskan, bahwa jumlah toilet di sekolah ini ada 12. Namun toilet tersebut banyak yang tidak terawat. “Totalnya ada 12 toilet, laki dan perempuan. Semoga yang rusak bisa segera diperbaiki oleh sekolah”, ujar Aurel.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Bekasi, Mawar, mengatakan sebaliknya, bahwa kondisi toilet murid bagus dan terawat semua. “Toilet sekolah kita semuanya bagus kok, gak ada yang rusak,” tepis Mawar saat dihubungi melalui telepon seluler.

Menurut Mawar, jika terjadi kerusakan toilet, maka pihak sekolah akan segera melakukan perbaikan menggunakan keuangan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Tetapi ada prosesnya sebelum itu. Kita masukan dulu usulan itu kedalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS), kemudian nanti dikeluarkan Daftar Perhitungan Anggaran (DPA)”, ujarnya.

Lebih jauh Mawar menjelaskan, selama ini perbaikan ringan sarana dan prasarana sekolah masuk kedalam biaya perawatan yang telah dialokasikan melalui dana BOS pusat dan daerah. Namun pada umumnya pihak sekolah menggunakan dana BOS pusat untuk biaya perawatan sekolahnnya. “Kalau untuk biaya perawatan sekolah biasanya diambil dari dana BOS pusat. Itu sesuai dengan petunjuk teknis penggunaan dana BOS”, ungkap Mawar.

Pemerintah Kota Bekasi, belum memperhatian keberadaan toilet sekolah. Sedangkan Pemkot Bekasi tengah fokus kepada  pembangunan ruang sekolah maupun sarana dan prasarana lainnya.

Pada umumnya, rasio toilet di sekolah adalah, 1:25 dari jumlah murid perempuan dan 1:40 untuk murid laki-laki.

Oleh karena itu, biasanya untuk pembangunan toilet, pihak sekolah melibatkan pihak swasta melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility). (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini