Cegukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai, mengeluarkan bunyi “ceguk”. Sedangkan dalam dunia medis, cegukan itu sendiri dikenal dengan istilah singultus. Sumber cegukan yakni dari diagframa. Hal ini terjadi karena adanya kontraksi yang terjadi secara tiba-tiba pada daerah diagframa dan berlangsung secara berulang-ulang. Kondisi ini menyebabkan adanya celah antara pita suara yang tertutup, namun udara masih tetap bisa lewat. Peristiwa inilah yang kemudian menimbulkan bunyi ‘hik’ ketika cegukan. Cegukan juga terjadi pada saat :
- Perubahan Suhu yang Tiba-Tiba
Perubahan suhu secara tiba-tiba bisa menyebabkan cegukan. Karena inilah, maka kita dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makan makanan yang panas, kemudian minum minuman yang dingin.
- Penggunaan Bumbu dan Penyedap Rasa Makanan
Seseorang yang tidak tahan dengan pedas, memiliki potensi lebih besar mengalami cegukan ketika makan makanan yang pedas. Begitu juga dengan makan makanan yang terlalu asin atau asam. Hal ini akan membuat diagframanya berkontraksi dengan tiba-tiba, cegukan.
- Kurangnya Asupan Cairan Tubuh
Cegukan bisa disebabkan karena tubuh kurang asupan cairan, untuk mendorong makanan secara sempurna ke dalam perut. Karena itulah, baiknya anda minum yang banyak setelah makan.
- Makan Terburu-Buru
Cegukan terjadi saat anda makan dengan terburu-buru, atau bisa juga karena makan sambil berbicara. Hal ini disebabkan karena, masuknya oksigen yang mendesak secara tiba-tiba ke dalam paru-paru, dan dapat memengaruhi diafragma.
Cegukan merupakan kondisi yang normal terjadi. Pada umumnya terjadi hanya sampai beberapa menit saja. Dan sampai saat ini, belum ada orang yang cegukan memiliki dampak buruk. Kecuali jika terjadinya sampai 30 menit, dan terasa sakit sekali di bagian leher, barulah harus dicurigai. Dan kondisi yang seperti ini harus segera ditangani. (Adm)








































