Musim Hujan, Harus Ada Langkah Dinkes Untuk Menanggulangi DBD

MurfatiBEKASI TIMUR – Memasuki pertengahan musim hujan, tentu harus ada langkah antisipasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengenai penanganan dan penanggulangan penyakit DBD. Hal ini diungkapkan Herman, selaku ketua Forum Komunikasi Rakyat Indonesia (Forkorindo) Kota Bekasi.

Menurutnya, Dinkes Kota Bekasi harus segera turunkan kader penanggulangan DBD agar segera lakukan kegiatan pengasapan (fogging) dilingkungan masyarakat, mengingat pada musim hujan ini akan banyak sarang dan jentik nyamuk penyebab penyakit DBD ditengah lingkungan masyarakat.

“Sudah pertengahan musim hujan, seharusnya Dinkes Kota Bekasi turun langsung kemasyarakat untuk lakukan pengasapan, sebelum banyak masyarakat terkena DBD. Kami meminta agar Dinkes segera lakukan hal tersebut,” kata Herman, Jumat (19/02).

Dilain sisi, Murfati Lidianto, anggota Komisi D DPRD Kota Bekasi, yang memang langsung bersinggungan dengan bidang kesehatan, turut mengimbau Dinas Kesehatan Kota Bekasi agar masyarakat bisa dapatkan haknya, yaitu perlindungan dan pelayanan kesehatan dari Dinkes Kota Bekasi.

Menurut anggota DPRD Kota Bekasi ini, penanganan serta pencegahan penyakit DBD di Kota Bekasi harus dilakukan secara serius, mengingat dampak negatif yang akan ditimbulkan.

“Tentunya kami Komisi D, mengimbau agar Dinkes segera turunkan unit penanganan DBD yang ada, di setiap Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) kesehatan di puskesmas kelurahan. Dan tentunya kami menginginkan Dinkes segera lakukan tugas pokok dan fungsinya. Misalkan segera lakukan pengasapan di lingkungan masyarakat. Bukan hanya itu saja, penyuluhan pun dimasyarakat terkait dengan pencegahan juga harus rutin dilaksanakan,” kata Murfati.

Murfati membeberkan, untuk penanganan serta penanggulangan penyakit ditengah masyarakat masuk dalam anggaran kegiatan darurat dan itu sudah dianggarkan ke Dinkes Kota Bekasi secara rutin disetiap tahunnya.

“Itu kan ada yang namanya anggaran kegiatan darurat di Dinkes, harusnya digunakan untuk kegiatan pengasapan, dan pembagian obat Abate di lingkungan masyarakat. Kegiatan tersebut bisa dilakukan secara rutin dan berkala. Misal, hari ini di beberapa lingkungan RW, hari esoknya kebeberapa lingkungan masyarakat lainnya, agar kegiatan pencegahan dapat dilaksanakan secara menyeluruh di daerah terpencil, sekali pun yang ada di Kota Bekasi. Agar masyarakat dapat terhindar dari penyakit serta masyarakat dapat merasakan haknya secara penuh,” tutup Murfati. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini