Waduh, Rombongan Ibu PKK dan Posyandu Tercecer Saat Pawai Budaya

Massa yang Ikut BerpawaiBEKASI SELATAN – Sedikitnya 150 peserta pawai Hut Kota Bekasi terpisah dari rombongan Kecamatan Medansatria. Dari keseluruhan, rombongan yang tercecer tersebut terdiri dari ibu-ibu PKK dan posyandu di Kecamatan Medansatria.

“Iya, peserta dari Medansatria ada 1.000 yang dilaporkan pada saat pawai. Hanya tadi ada beberapa rombongan tokoh yang kesalip dan kececer di jembatan. Itu aja ada sekitar 150 orang yang terdiri dari ibu-ibu kader PKK sama posyandu,” ungkap Camat Medansatria, Taufiq Rachmat Hidayat, kepada infobekasi.co.id melalui whatsapp, Sabtu (12/03).

Padahal, lanjut Taufiq, pada saat persiapan akan jalan pawai, Kecamatan Medansatria sudah cek personil sesuai kehadiran.

“Tadi di jembatan (Fly Over KH. Agus Salim, Summarecon) kan berebut jalan, nah, pas sampe depan panggung, eh, mereka masih di jembatan,” tuturnya.

Taufiq menceritakan, pada saat selesai pelaksanaan pawai, dirinya bertemu dengan salah satu ketua RW yang juga terpisah dari rombongan istrinya.

“Tadi pas pulang yah itu ada pak RW yang masih nyari ibu RW nya karena kepisah… Bapaknya finish, ibunya masih di flyover,” paparnya melalui whatsapp, disertai dengan emotikon tersenyum.

Selain itu, pengalaman tercecer lainnya adalah rombongan ibu-ibu RW 29, kelurahan Pejuang yang ingin ikut pawai tapi tak berhasil bertemu dengan rombongan Kelurahan Pejuang.

“Itu salah satu yang kececer. Saking padatnya, karena memang banyak banget peserta pawai. Sedangkan posisi sudah panas, jadi saling salip. Belum lagi, namanya ibu-ibu kan sibuk foto sana sini sampai nggak sadar kalau kelewat,” jelasnya.

Kecamatan Medansatria, lanjut Taufiq memang tercatat sebagai kecamatan dengan peserta terbanyak, yaitu 1.000 orang.

“Dalam pawai kami menampilkan banyak hal, mulai dari tarian Dodogeran, dari siswa SD se-kecamatan, Drumband SMP Pangeran Jayakarta, Paskibra SMAN 10, Atraksi sisingaan, hadroh dan marawis dari kader PKK, Majelis Taklim, atraksi ondel-ondel, atraksi kuda lumping, tokoh masyarakat, kader PKK serta Linmas dan Pokdar, staf dan pemangku jabatan se-kecamatan dan anggota PGRI,” pungkasnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini