Kenali Tanda-Tanda Anda Terserang TBC!

paru-paru-penderita-tbc-paruTuberkulosis (TBC) adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri yang menyerang saluran pernapasan ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia. Hal ini dikatakan oleh ahli klinis tuberkulosis di RSUP Persahabatan, dr. Arifin Nawas Sp. P, pada Kamis (24/03).

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TBC. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman Mycobacterium Tuberculosis ini pun tinggi.

Cara penularan penyakit ini adalah lewat udara. Penderita yang terserang TBC akan mengalami demam tapi tidak terlalu tinggi, dalam kurun waktu yang lama. Penderita akan merasakannya ketika malam hari disertai keringat. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. Gejala lain, penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah), perasaan tidak enak (malaise), dan lemah.

“Gejala utamanya yaitu batuk terus-menerus, dan berdahak selama tiga pekan atau lebih,” lanjutnya.

Selain itu, tanda-tandanya yang lain adalah dahak bercampur darah/batuk darah, sesak napas, dan rasa nyeri pada dada, demam/meriang lebih dari sebulan, berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas, badan lemah dan lesu, nafsu makan menurun, dan terjadi penurunan berat badan.

“Paling mudah untuk mengetahui seseorang terkena tuberkulosis jika dia berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas. Walaupun tidak bisa langsung ditetapkan tuberkulosis karena harus didiagnosis, tapi itu salah satu pertanda. Jika anda lemas, batuk tak berhenti, nyeri pada dada, dan keringat pada malam hari, langsung segera periksa,” terang Arifin Nawas.

Menurutnya, “Untuk memastikan seseorang terkena TBC atau tidak, tim medis melakukan diagnosis dengan mengadakan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung (BTA), dan gambaran radiologis (foto rontgen),”

Penyakit ini diakibatkan infeksi kuman Mikobakterium Tuberkulosis dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, usus, ginjal, kandungan, tulang, sampai otak.

“TBC dapat mengakibatkan kematian dan merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian tertinggi di negeri ini,” imbuhnya.

Pada orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat, karena daya tahan tubuh yang tinggi, dan gizi yang baik, penyakit ini tidak akan muncul dan kuman TBC akan “tertidur”. Namun, pada mereka yang mengalami kekurangan gizi, daya tahan tubuh menurun/buruk, atau terus-menerus menghirup udara yang mengandung kuman TBC akibat lingkungan yang buruk, akan lebih mudah terinfeksi TBC, atau dapat juga mengakibatkan kuman TBC yang “tertidur” di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).

Efek samping yang biasanya terjadi pada pengobatan TBC adalah nyeri perut, penglihatan/pendengaran terganggu, kencing seperti air kopi, demam tinggi, muntah, gatal-gatal, dan kemerahan kulit, rasa panas di kaki/tangan, lemas, sampai mata/kulit kuning.

Untuk mencegah tertularnya penyakit TBC, maka menjaga standar hidup yang baik adalah hal penting di selingi dengan makanan bergizi, lingkungan yang sehat, dan berolahraga. Pemberian vaksin BCG (untuk mencegah kasus TBC yang lebih berat). Vaksin ini secara rutin diberikan pada semua balita.

“Perlu diingat bahwa mereka yang sudah pernah terkena TBC dan diobati, dapat kembali terkena penyakit yang sama jika tidak mencegahnya dan menjaga kesehatan tubuhnya,” pungkasnya. (Oliv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini