Melanggar Disiplin, Wali Kota Pecat Empat Pejabat PNS Kota Bekasi

Ahmad SyaikhuBEKASI SELATAN – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mencopot jabatan empat Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup pemerintahan Kota Bekasi, karena mereka terbukti dalam penyalahgunaan wewenang, dan melanggar kode etik pegawai.

“Dari tanggal 18 Maret 2016, sedikitnya ada empat aparatur eselon IV A yang saya tanda tangani pemberhentian dari jabatannya dengan hormat dan tidak hormat. Mungkin bagi yang tidak tahu prosesnya, bisa saja saya dibilang kejam dan sadis, namun yang tahu akan proses itu sudah panjang dan keputusan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan,” tegas Rahmat, Senin (04/04).

Adapun para aparatur yang kini tidak lagi dipekerjakan lagi dilingkup pemerintah Kota Bekasi, diantaranya Zainal Arifin, Lurah Kalibaru, Kecamatan Medansatria. Lurah ini terbukti menjadi perantara untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Aparatur lainnya yang juga dicopot dari jabatannya, yakni Lurah Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, bernama Heru Ranto, karena melanggar kode etik pegawai, Rusdi Rusiandi,  kepala seksi pos pada Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Ketiga pejabat tersebut diberhentikan dengan hormat per 18 Maret 2016.

Sementara aparatur yang diberhentikan secara tidak hormat atas nama Utami, salah seorang staf pada salah satu instansi di lingkup Pemkot Bekasi, yang diketahui kerap membolos kerja.

“Dari total sekitar 13 ribu ASN di Pemkot Bekasi, ada 12 ribu aparatur yang kini ada di jabatan struktural, atau satu berbanding sepuluh. Kalau setahun hanya sekali bekerja itu sangat keterlaluan,” katanya.

Sanksi tersebut dikeluarkan oleh wali kota Bekasi, berdasarkan hasil pemeriksaan khusus yang telah dilakukan inspektorat, serta rekomendasi kepada majelis kode etik untuk pemberian sanksi bagi aparatur yang memang melanggar aturan. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini