Penipuan Berkedok Sensus Ekonomi, Ini Kata Kepala BPS Kota Bekasi

1BEKASI SELATAN – Beredarnya isu tentang penipuan dalam Sensus Ekonomi (SE) di media sosial, yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Kepala BPS Kota Bekasi, Slamet Waluyo, mengatakan bahwa petugas sensus dapat dikenali dari beberapa ciri.

“Kami punya prosedur khusus untuk petugas Sensus Ekonomi, yaitu pakai rompi, topi, tas berwarna hitam-orange berlogo BPS dan SE, tanda pengenal, dan dilengkapi surat tugas resmi dari BPS,” ujar Waluyo kepada infobekasi.co.id, Rabu (11/05) sore. Ia menerangkan, dengan ciri tersebut, maka masyarakat akan lebih mudah mengenali anggota sensus yang resmi. Masyarakat juga diminta untuk melaporkan apabila ada oknum yang mengaku petugas BPS tanpa menggunakan tanda pengenal tersebut.

“Kami imbau masyarakat supaya lebih waspada, dan jangan terpengaruh isu yang beredar di media sosial. Kalau ada petugas yang mengaku dari BPS, bisa lapor ke kantor BPS. Masyarakat juga berhak meminta petugas kami untuk menunjukkan surat resmi apabila diperlukan,” kata dia

Selain itu, Waluyo juga menegaskan bahwa petugas sensus ekonomi akan melakukan pendataan di formulir tanpa meminta masyarakat untuk mengisi formulir secara mandiri.

“Kan ada juga laporan bahwa ada korban yang terhipnotis karena diminta mengisi formulir SE, sementara petugas kami tidak akan pernah meminta hal tersebut. Petugaslah yang akan mengisi formulir itu sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut Waluyo mengatakan, petugas SE tidak akan meminta biaya apapun dari proses yang dilakukan. Selain itu, kerahasiaan data juga akan sangat dijaga.

“Saya imbau masyarakat dan pelaku usaha untuk bisa menerima petugas kami. SE juga tidak ada pungutan biaya dan tidak ada hubungannya dengan pajak. Kami sangat jaga kerahasiaan, karena dijamin oleh Undang-Undang. Kami hanya butuh peran serta masyarakat dalam SE 2016 ini,” ujarnya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini