Siswi Kelas Enam SD Diperkosa Orang Tak Dikenal di Jatiasih

Ilustrasi PemerkosaanJATIASIH – Seorang bocah berinisial PSA (12), warga Wibawa Mukti, RT 05 RW 03, Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi, menjadi korban pemerkosaan. Ironisnya, korban yang masih duduk di kelas 6 SDN Jatisari II itu, yang dalam sepekan kedepan akan melaksanakan Ujian Nasional, diperkosa oleh seseorang pria misterius, sesaat dirinya baru saja pulang dari sekolah.

Korban terpaksa harus melayani nafsu bejat pelaku, karena ia ditodong dengan senjata tajam di lehernya.

Menurut orangtua korban, AH (35), peristiwa ini bermula saat putri pertamanya baru saja pulang dari bimbingan belajar di kelas, pada Senin (09/05) sekitar pukul 14.00 WIB. Ketika itu, pria yang memerkosa putrinya ini berpura-pura menanyakan sebuah alamat.

PSA yang ditanya mengenai alamat tersebut, lalu mengantarkan pelaku ke alamat yang dimaksud dengan mengendarai sepeda. Sedangkan pelaku sendiri berjalan kaki mengikuti dari belakang.

Tak berselang lama, korban lalu ditarik ke sebuah kebun kosong penuh ilalang di Jalan Wibawa Mukti. Atau tepatnya, hanya berjarak 10 meter dari sekolah korban.

Di situlah, mulut korban kemudian dibekap. Sedangkan pelaku juga mengacungkan sebuah pisau cutter ke leher korban.

“Kebun kosong itu ada gubuk. Anak saya dibawa ke gubuk itu,” kata Ahmat, ayah korban.

Korban pun tak dapat melawan. Ia memilih diam, meski di depan kebun tersebut dilalui banyak pengendara motor. Di gubuk itulah korban lalu diperkosa.

“Jadi gak hanya pisau cutter saja, tapi pelaku bawa golok juga,” kata ayah korban, yang merupakan driver Gojek pangkalan Galaxi itu.

Puas melampiaskan hasratnya, pelaku lalu pergi begitu saja. Ia meninggalkan korban yang jatuh pingsan di lokasi.

“Kejadiannya gak lama. Saya tau karena anak saya nagis-nangis. Terus diantar warga banyak,” jelasnya.

Adapun ciri-ciri pelaku, kata AH, berbadan kurus, rambut ikal, dan warna kulitnya hitam.

“Kata anak saya, orangnya masih muda, tapi jelek wajahnya,” tuturnya.

Kasubag Humas Polresta Kota Bekasi, Iptu Puji Astuti, membenarkan jika pihaknya telah menerima laporan pencabulan tersebut. Sejumlah pemeriksaan visum, saksi,dan olah tempat kejadian sudah dilakukan pihaknya.

“Benar laporannya kemarin. Jadi pelaku orang tak dikenal korban. Bukan tetangga juga, orang asing yang tak dikenal. Modusnya berpura-pura menanyakan alamat, lalu membawa ke kebun kosong,” kata Puji secara terpisah, Selasa (10/5). (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini