Penandatanganan Penyerahan Lahan antara Pemprov DKI dengan Pemkot Bekasi

Penandatanganan Berita Serah Terima LahanJAKARTA – Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, atau yang lebih dikenal dengan nama Ahok, siang ini, Selasa (17/05), di Balai Kota Pemprov DKI menyaksikan penandatanganan Berita Acara Administrasi Pemerintahan, antara Pemprov DKI dengan Pemkot Bekasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemkot Kota Bekasi, sebelumnya telah menyepakati penyerahan lahan seluas 5,1 hektare di lokasi perbatasan, antara Kelurahan Jatiwarna, Kecamatan Pondokmelati, dengan Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36, tentang Batas Daerah Kota Administrasi Jakarta Utara, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, dengan Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Kota Administrasi Jakarta Timur, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, dengan Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, dan Kota Administrasi Jakarta Timur, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, dengan Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, yang rencananya akan dijadikan kolam retensi penanggulangan banjir.

Dalam sambutanya, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan bahwa hari ini, Selasa (17/05), adalah sejarah dalam kemitraan Kota Bekasi dengan Pemprov DKI,  khususnnya berkenaan dengan daerah perbatasan. Beberapa ruas diserahkan ke DKI Jakarta atas Undang-Undang.

“Masih banyak hal yang perlu ditindaklanjuti tentang kemitraan Kota Bekasi dengan Provinsi DKI Jakarta. Seperti TPA Bantar Gebang, Banjir Kanal Timur, dan lainnya. Saya yakin semua akan dapat berjalan dengan baik kedepannya. Atas nama Pemerintah Kota Bekasi, saya ucapkan terima kasih. Semoga kemitraan ini selalu terpupuk lebih baik lagi, dan pada akhirnya ini semua memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” kata Rahmat Effendi.

Sementara itu, Ahok, mengatakan bahwa bermitra dengan Rahmat Effendi sudah lebih dari sekedar hubungan pemerintahan. Dirinya mengakui hubungan dengan Rahmat Effendi sudah seperti pertemanan, sehingga setiap persoalan  administrasi lebih mudah dilakukan.

“Kota Bekasi merupakan daerah yang sangat penting bagi DKI Jakarta. Saya juga ingin tanda batas wilayah tidak ada lagi, sehingga orang tidak bisa membedakan ketika orang Jakarta masuk Bekasi, atau sebaliknya. Sehingga The Greater Jakarta, yang mencakup Kota Bekasi, Depok, dan Tangerang bisa terwujud. Megapolitan, tapi tidak mengambil hak administrasinya,” kata Ahok.

Kesepakatan tersebut termasuk pemanfaatan lahan menjadi kolam retensi, yang dilatarbelakangi situasi kawasan di daerah hilir Jakarta Timur, yang selama ini kerap dilanda banjir. Selain itu, kolam retensi di kawasan itu juga bermanfaat untuk menanggulangi banjir yang selama ini melanda sebagian kawasan Pondokmelati, Kota Bekasi.

“Kita akan manfaatkan jadi lahan serapan, dan ini jadi bagian kepetingan bersama warga Bekasi dan Jakarta, karena ada serapan di hulunya, sehingga aliran air ke hilir di Jakarta bisa berkurang,” ucap Rahmat Effendi. (Ez)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini