Walikota Setuju Warga Villa Nusa Indah Gabung Bekasi, Asal….?

Villa Nusa Gabung Kota Bekasi 1BEKASI SELATAN – Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan bahwa dirinya setuju menerima Perumahan Villa Nusa Indah 2 untuk bergabung ke wilayah Kota Bekasi karena alasan tidak diperhatikan status sosialnya. Ia mensyaratkan keputusannya melalui mekanisme refrendum.

“Ya apabila warga di Vila Nusa Indah 2 ingin pindah administrasi ke Kota Bekasi, tinggal sampaikan saja. Kalau yang terbaik referendum, kita terima. Keinginan itu kan sah-sah saja mengingat mereka (warga Villa Nusa Indah) merasa tidak diperhatikan status sosialnya,” ujarnya, Senin (23/5).

Menurut pria yang akrab disapa Pepen ini, perumahan yang terletak di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor ini diperbolehkan untuk bergabung apabila telah ada persetujuan dari kedua pemerintah daerah, yaitu Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Proses untuk pengelolaan tersebut juga harus melalui persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri jika sudah terjadi kesepakatan antara Pemkot Bekasi dan Pemkab Bogor,” kata dia.

Menurut dia, perpindahan administrasi tersebut tak begitu rumit karena masih dalam satu provinsi di wilayah Jawa Barat. Ia juga mengatakan bahwa wilayah yang harus diurus Pemerintah Kabupaten Bogor cukup luas, hingga perbatasan Sukabumi, Cianjur, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan lainnya.

“Yang menjadi pokok persoalan inibkan letak geografis antara Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi yang cukup menyulitkan warga di perbatasan untuk menjangkau kantor pemerintah. Dimana Warga di Vila Nusa Indah atau Bojongkulur cenderung lebih jauh ke kantor Bupati Bogor yang terletak di Cibinong daripada ke Pemkot Bekasi,” kata dia.

Menurutnya, Hal yang sama juga dirasakan oleh warga Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, yang jauh menjangkau kantor Wali Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani.

“Kalau mau, Jatikarya (Kota Bekasi) di sebelah barat Jalan Transyogi bisa maduk Bogor, lalu Kota Wisata Bojongkulur itu masuk ke Kota Bekasi. Dengan begitu, dua wilayah itu akan dibatasi dengan jalur Transyogi atau jalan alternatif Cibubur,” paparnya.

Pepen juga menyatakan bahwa pihaknya akan bersedia menerima warga Villa Nusa Indah 2 meskipun seandainya tidak memiliki potensi apapun bagi Pemkot Bekasi.

Sebelumnya, warga Villa Nusa Indah 2 melakukan aksi penggalangan tanda tangan persetujuan perpindahan administratif Villa Nusa Indah 2 ke Kota Bekasi, Minggu (21/5) di desa bojongkulur kabupaten bogor dikarenakan motif kecewa dengan pemkab bogor yang tidak memberi tanggapan cepat kepada warga saat terjadi musibah banjir, tidak seperti di Kota Bekasi saat kejadian Pondok Gede Permai (PGP) yang langsunng ditanggapi oleh pemerintah daerah Kota Bekasi dengan cepat.(Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini