Pembeli Lebih Memilih Daging Sapi Lokal

Daging SapiBEKASI BARAT – Salah seorang pedagang daging sapi di pasar Kranji Baru, Bekasi Barat, Wiwi (39) mengungkapkan bahwa meskipun saat ini sudah banyak pIhak yang memfasilitasi penjualan daging sapi beku import, namun daging lokal tidak akan mati penjualannya.

“Saya nggak khawatir sama ramainya penjualan daging beku. Karena toh banyaknya peminat terhadap penjualan sapi lokal juga nggak terganggu. Masyarakat masih lebih memilih sapi lokal kok,” tegasnya, Rabu (15/6).

Kata dia, keadaan daging sapi yang dibekukan berbeda tingkat kesegarannya dibandingkan sapi lokal yang baru dipotong.

“Kalau daging boks (beku) pembeli kurang minat, kan sudah nggak segar. Tapi kalau daging lokal kan segar. Jadi meskipun harga agak mahal pembeli bakal kembali lagi ke lokal,” jelasnya.

Wiwi menjelaskan, bahwa faktor harga yang tinggi pada daging sapi ialah akibat kelangkaan dan ia pun kerap kali menjelaskan hal tersebut pada para pelanggannya.

“Stok persediaannya aja dikit, makanya mahal. Itu saya selalu jelaskan ke pelanggan,” pungkasnya.

Sementara itu salah seorang pelanggan Wiwi, Devi (25) mengaku tidak keberatan lebih memilih daging sapi lokal yang lebih mahal ketimbang daging beku.

“Saya sih belum pernah mencoba beli daging beku ya, habisnya sepertinya nggak segar. Belum lagi, itu sapi import yang dijual murah kan ya, jadi lebih waspada aja. Kalau ini kan sapi lokal, trus masih segar baru dipotong. Daripada beli yang beku tapi merasa khawatir, ya mending beli yang udah ketahuan,” tandasnya.(sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini