Diduga Lakukan Pungutan Liar, SMAN 18 dan SMPN 11 Bekasi Dilaporkan ke Polisi

Orangtua siswa yang datangi kantor polisiBEKASI SELATAN – Sejumlah orangtua siswa mendatangi Polresta Kota Bekasi, terkait dugaan pungutan dana liar di sekolah SMA Negeri 18 Kota Bekasi, dan SMP Negeri 11 Bekasi.

Salah satu orangtua siswa yang bernama Heru (30), warga Duren Jaya, Bekasi Timur, mengatakan, jika dirinya dimintai uang sebesar RP 2.850.000.

“Saya dimintai uang sebesar RP 2.050.000, katanya buat uang bangunan, sama uang sebesar Rp 800 ribu itu buat bayar seragam dan lainnya. Katanya gratis, tapi kok bayar gede banget?” ujar Heru. Heru menambahkan, anaknya tersebut masuk SMA Negeri 18, di Jalan Rudal Blok D Nomor 17, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur dengan nilai yang cukup.

Kuitansi“Iya nilainya cukup dan masuk melalui seleksi online.” tambah Heru.

Sementara itu, salah satu orangtua siswa yang lain, Ida (66), yang merupakan warga Arenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, mengaku juga dimintai uang, yakni sebesar RP 620 ribu.

Koperasi“Iya saya dimintai uang sebesar RP 620 ribu, katanya buat bayar seragam dan itu wajib dibayar, kata mereka gitu,” ungkap Ida sambil menangis histeris, Jumat petang (22/07).

Diketahui, jalur afirmasi seharusnya tidak dipungut biaya apapun, jika ada pembayaran akan diambil dari APBD Kota Bekasi. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini