Pelatihan Kerajinan Tangan dari Limbah di TPST Bantargebang

Pembuatan kerajinan tangan dari limbahBANTARGEBANG – Berawal dari kepeduliannya kepada anak-anak pemulung di TPST Bantargebang Kota Bekasi, dan terinsprasi dari banyaknya sampah dan limbah, membuat seorang pemuda berkreasi membuat kerajinan tangan dari bahan sampah. Kreasi tersebut seperti robot, kendaraan alat berat, dan perkusi dari barang-barang bekas yang bisa ditemui di TPST Bantargebang.

“Ada beberapa jenis yang bisa saya buat, seperti kendaraan berat dan robot hanya dalam waktu satu jam,” kata Ijul, pencetus ide pembuatan kreasi tersebut, saat ditemui di Sanggar Satu Untuk Semua Foundation, Minggu (24/07).

Semua barang-barang dihasilkan dari sampah dan limbah di lingkungan TPST Bantargebang. Inspirasi pembuatan mainan dari limbah dan sampah ini, berawal saat dirinya bersama teman-temannya nongkrong di daerah Tangerang, Banten. Dan tiba-tiba muncul ide untuk membuat sebuah mobil-mobilan dari bungkus rokok miliknya.

”Iya sejak saat itu saya membuat mainan dari bahan seadanya, yang ditemui di jalan,“ ujar Ijul, yang saat ini bekerja di Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara.

Karena ketertarikannya dengan bahan-bahan sampah, akhirnya dirinya bergabung di Sanggar Satu Untuk Semua Foundation, melatih anak-anak remaja di sekitar TPST Bantargebang.

“Di sinikan biangnya sampah, jadi banyak bahan yang masih mudah dicari untuk pembuatan robot dan alat berat, seperti tank, beko, dan lainnya,“ kata Ijul.

Ia juga menambahkan, remaja-remaja tanggung yang di tinggal di TPST Bantargebang sangat antusias mengikuti pelatihan pembuatan buah tangan, seperti yang dilakukan setiap Minggu siang (24/07).

Hasil kerajinan tangan dari limbah 1Ijul berharap, mereka mendapatkan pelatihan, dan nantinya bisa mandiri.

“Mudah-mudahan mereka bisa mengembangkan kerajinan tersebut, karena di TPST Bantargebang ini sudah tersedia bahan-bahannya, tinggal gimana mereka mengimajinasi dan berkreatifitas membuat kendaraan atau apapun yang dapat dibanggakan dan dijual sebagai mata pencaharian,” tutur Ijul. (Tio)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini