Siapa sangka, mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia bisa menjadi salah satu orang penting bagi Presiden Amerika Serikat, Barack Obama?
Ia adalah Immatul Maisaroh. Ia menjabat sebagai salah satu penasihat Barack Obama. Beberapa waktu lalu, tepatnya pada 25 Juli lalu, wanita yang kerap disapa Ima ini, berpidato di depan delegasi Konvensi Nasional Partai Demokrat di Kota Philadelphia, Negara Bagian Pennsylvania.
Seperti yang dilansir dari Riauonline.co.id dalam Tempo.co.id, Ima merupakan warga RT 24 RW 03 Dusun Krajan, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lahir di Kanigoro pada 26 Maret 1980 sebagai anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Turiyo, 54 tahun dan Alimah, 50 tahun.
Orangtuanya mengaku tidak mengetahui sama sekali bahwa anaknya tersebut sudah menjadi orang yang penting bagi Amerika Serikat, karena Ima tidak pernah bercerita mengenai pekerjaannya.
“Ima itu enggak pernah cerita kerjanya apa di sana. Dia cuma bilang kerjanya ikut di kantor Presiden,” kata Turiyo.
Seingat Turiyo dan Alimah, anak sulungnya pernah cerita bekerja membantu orang-orang yang terlantar, terutama para pekerja asal Indonesia di Amerika.
Ima tidak pernah bercerita dia juga jadi korban perbudakan di negeri rantau. Dia selalu menutupi kesusahan yang dialami, dan sebaliknya, bercerita yang senang-senang saja.
Kedua orang tua Ima juga tidak pernah mengetahui bahwa sejak 2012, Ima menjadi staf di Coalition to Abolish Slavery and Trafficking atau CAST, organisasi nirlaba yang menolong Ima pada 2000 untuk kabur dari siksaan majikannya di Los Angeles.
CAST memberi Ima tanggung jawab sebagai koordinator para korban perbudakan dan perdagangan manusia. Pada 2012, keaktifan Ima di CAST membuat Presiden Obama menunjuk Ima menjadi anggota Gugus Tugas untuk Pemantauan dan Pemberantasan Perdagangan Manusia (PITF).
Kemudian, per Desember 2015, Ima diangkat sebagai salah satu dari 11 anggota Dewan Penasihat Gedung Putih. (Adm)






























