Dijanjikan Rp 1 Trilyun, Dana Hibah DKI untuk Kota Bekasi Tak Sesuai Harapan

BEKASI SELATAN – Pemerintah Kota Bekasi hanya mendapatkan dana hibah sebesar Rp 187 miliar dari Provinsi DKI Jakarta. Jumlah ini lebih kecil dari yang dijanjikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang hampir Rp 1 triliun, beberapa bulan lalu.
Meski begitu, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, tak mempersoalkan dana hibah yang diterima sebesar Rp 187 miliar tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan oleh DKI itu sangat membantu untuk membangun infrastruktur di daerah.
“Kita harus bersyukur dengan pemberian dana hibah dari DKI, karena itu sangat membantu,” kata pria yang akrab disapa Pepen ini di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (22/09).
Ia mengungkapkan bahwa memang benar awal Februari lalu ia sempat mengajukan permohonan dana hibah sebesar Rp 986 miliar ke kantor Gubernur DKI Jakarta, di Balai Kota, Jakarta Pusat. Saat itu, Pepen menyebutkan bahwa Ahok telah setuju dengan permohonan dana hibah yang diajukan oleh Kota Bekasi.
“Karena sudah dikasih, jadi harus dimanfatkan sebaik-baiknya. Makanya, kami nggak mau “galak-galak” dengan DKI. Lagipula, dana kita masih jauh lebih tinggi dari daerah mitra DKI lainnya, seperti Kabupaten Cianjur itu hanya sebesar Rp 9 miliar dan Kabupaten Tangerang Rp 15 miliar,” ujarnya.
Lanjut dia, nilai hibah kali ini juga lebih besar dibandingkan tahun 2015 lalu yang hanya sebesar Rp 98 miliar. Adapun ketika itu, dana dialokasikan untuk tiga kegiatan infrastruktur: pembangunan jembatan di atas Tol Bekasi Timur, betonisasi sisi selatan Jalan KH. Noer Alie, dan jembatan Cipendawa.
“Sebetulnya bukan hanya dana hibah. Tapi masih ada bantuan lainnya, seperti lima puluh armada truk sampah dan 20.000 titik lampu penerangan jalan umum (PJU),” tuturnya. (Sel)


