Lagi, Sejumlah Warga yang Tolak Pengoprasian Bajaj di Kota Bekasi

bajajRAWALUMBU – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengoperasikan bajaj di Kota Bekasi, mendapat respon dari sejumlah masyarakat Kota Bekasi.

Nurmanto, warga Rawalumbu ini misalnya, secara tegas menolak keberadaan bajaj di kota ini.

Menurut dia, saat ini Pemkot Bekasi dan dinasnya belum mampu memperbaiki sistem sarana transportasi darat yang memadai.

“Transportasi darat di Kota Bekasi saja saat ini masih amburadul, malah ditambah kehadiran bajaj, sudah pasti kemacetan bertambah,” kritik Nurmanto, Senin (17/10).

Menurut pantauan dari infobekasi.co.id, saat ini keberadaan sejumlah angkutan umum tergolong sudah cukup banyak di Kota Bekasi. Dan terlebih mereka (angkutan-angkutan umum) kerap mengetem di pinggir-pinggir jalan di Kota Bekasi. Hal inilah yang kemudian menjadi permasalahan kemacetan, dan hingga saat ini belum terselesaikan.

“Lebih baik diatur dan ditertibkan dulu kendaraan angkutan umum yang ada saat ini, karena yang ada saja sudah semerawut, apalagi jika ditambah kehadiran bajaj, tidak terbayangkan macetnya,” tuturnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Sekjen Forum Studi Mahasiswa untuk Kemanusiaan dan Demokrasi (FSMKD), Hasan Basri, memberikan kritikannya terkait rencana Pemkot Bekasi mengaktifkan bajaj sebagai moda transportasi darat di Kota Bekasi.

Menurut dia, saat ini Pemkot Bekasi belum mengoptimalkan kebijakan terdahulu mengenai pengoperasian Angkutan Penghubung Terintegrasi Busway (APTB) di Kota Bekasi yang diyakini sebagai solusi pemecah kemacetan saat itu.

“Dulu ada APTB yang digaungkan sebagai pemecah kemacetan dan dalih memperbaiki sistem transportasi di Kota Bekasi, sekarang apa lagi?” kata dia.

Ia mengatakan, jika kebijakan yang lalu mengenai hal tersebut sudah optimal, sebenarnya tidak menjadi masalah jika Pemkot Bekasi ingin mengeluarkan kebijakan baru tentang model transportasi daratnya.

“Namun hal ini kan belum maksimal,” jelasnya.

Ia berharap, jangan berdalih memperbaiki tetapi malah membuat semrawut. Bahkan pada kesempatan itu, ia meminta agar Wali Kota Bekasi bisa memfokuskan pada pembangunan flyover Bulak Kapal terlebih dahulu.

“Karena tingkat kemacetan di lokasi tersebut sudah sangat krusial dan diharapkan evaluasi dan optimalkan saja moda transportasi yang ada,” tutur dia. (Apl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini