Gema Keadilan Sambangi Grand Kamala Lagoon, Manajemen Akui Salahi Penerapan Protap

Gema Keadilan Kota Bekasi yang sedang berada di lokasi kejadian, yang akan lakukan demo kepada Grand Kamala Lagoon jika tidak ada permintaan maaf kepada wakil kota Bekasi, Ahmad Syaikhu, karena telah dianggap melecehkan

BEKASI SELATAN – Rombongan Organisasi Masyarakat Gema Keadilan Kota Bekasi, Rabu sore (04/01) menyambangi Apartemen Grand Kamala Lagoon untuk meminta pertanggungjawaban terkait tindakan sekuriti manajemennya yang membentak Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu, saat melakukan peninjauan lokasi runtuhnya tiga puluh tiga lantai tangga apartemen.

Gema Keadilan menuntut permohonan maaf secara terbuka kepada wakil wali kota Bekasi sekaligus warga Kota Bekasi karena wakil wali kota merupakan ikon dari Kota Bekasi.

Meski sempat dihadang masuk dan harus menunggu pihak manajemen selama lebih dari tiga puluh menit, Gema Keadilan Kota Bekasi tetap bersikeras untuk menemui manajemen yang akhirnya diwakili oleh Legal Officer PP, Hafizh, untuk menemui pihak Gema Keadilan.

“Saya tadi sudah bilang ke Pak Syaikhu, maaf kalau perlakuan ini membuat tidak nyaman. Baik nanti bagaimana, apakah akan melalui media atau akan menyampaikan permohonan langsung ya itu nantilah. Pada intinya masalah ini pun sudah sampai ke manajemen pusat dan kami mau fokus ke evakuasi dulu,” kata Hafizh.

Menurutnya, pihaknya tidak bermaksud melecehkan wakil wali kota sebagai kepala daerah. Namun adanya kesalahan perlakuan dari pihak sekuriti diakui oleh pihak Grand Kamala Lagoon.

“Mungkin ini salah penerimaan atau salah penerapan dari protap ak kapolsek. Tadi pak kapolsek kan berpesan selain pemerintahan dilarang masuk. Teman-teman sekuriti kami memarahi atau sedkit tinggi itu sebenarnya mungkin bukan langsung ke Syaikhu. Tapi dia mungkin tidak bisa membedakan mana media. Dia ngomong sedikit keras supaya media nggak ikut masuk. Nah mungkin ada ketegangan cuma kami dari manajemen akan segera melakukan permohonan maaf terkait perbuatan tindakan dan perkataan yang kami lakukan insiden hari ini, terutama pada wakil dan masyarakat Kota Bekasi,” tutur dia.

Sementara itu, Ketua DPD Gema Keadilan, Afrinal, mengatakan bahwa pihaknya sangat kecewa atas perlakuan dari sekuriti Grand Kamala Lagoon.

“Kami memandang Ahmad Syaikhu bukan hanya haji, bukan. Tapi beliau simbol Kota Bekasi, ayahnya Kota Bekasi. Mungkin kami tidak akan melakukan ini kalau berita ini tidak masuk sampai berita nasional, tapi permasalahnya ini masuk berita nasional. Terlepas dari sekuriti bagaimanapun ini adalah bagian dari managemen. Itu memarahi ikon Kota Bekasi loh,” ucapnya.

Menurutnya, meskipun salah satu pihak (Hafizh) telah meminta maaf secara personal kepada Ahmad Syaikhu, namun itu dirasa tidak cukup apabila belum dilakukan secara terbuka dan diketahui oleh masyarakat luas.

“Bagaimanapun Ahmad Syaikhu adalah ikon Kota Bekasi. Disaat ada oknum yang melakukan kesalahan protap, artinya ada kesalahan, seharusnya kata kapolsek kan hanya wakil dari pemerintahan yang boleh masuk. Ahmad Syaikhu ini kan bukan hanya wakil pemerintahan tapi pimpinan daerah. Kemudian terjadi pembentakan itu. Kalau dikawal Pol PP wajar lah. Nggak mungkin Pak Syaikhu nggak dikawal pol pp kan ada protapnya juga dimana merupakan bagian tak terpisahkan dari pemimpin daerah,” tutur dia.

Ia juga menerangkan, bahwa pihak managemen tak menyangkal perihal terjadinya insiden pembentakan tersebut.

“Dia nggak membantah bahwa tadi terjadi pembentakan. Ini jelas diakui oleh manajemen,” katanya. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini