Besok Harga Naik, Pengurusan STNK Membludak

Antrean di kantor Samsat Kota Bekasi

BEKASI SELATAN – Ratusan warga sejak pagi tadi, Kamis (05/01) memburu dan memadati kantor Samsat Kota Bekasi untuk melakukan pengurusan pembuatan dan perpanjangan STNK.

Hal ini lantaran mulai besok, Jumat (06/01), harga pengurusan Penerimaan Nasional Bukan Pajak (PNBP) diberlakukan kenaikan sesuai dengan tarif yang berlaku pada PP Nomor 60 Tahun 2016.

Akibat terlalu membludaknya kantor Samsat kota Bekasi, Samsat Kota Bekasi mengambil kebijakan untuk memindahkan lokasi antrean ke gor dengan pelayanan melalui mobil Samsat keliling.

Salah seorang warga dari Bekasi Barat, Anjar Wibowo (21), mengatakan bahwa dirinya telah sejak pagi mengantre untuk mendapatkan nomor.

Samsat keliling di Gor Bekasi

“Padet banget. Yang datang dari pagi aja belum pada dapet, rame soalnya. Makanya tadi sebagian dipindahkan ke kawasan gor lapangan basket, mungkin supaya nggak bikin macet,” ujarnya kepada infobekasi.co.id saat ditemui di kantor Samsat Bekasi.

Ia mengatakan memang sengaja memanfaatkan kesempatan ini karena besok mulai diberlakukan tarif baru.

“Besok tarif baru. Kalau tarif lama, perpanjangan sekitar 200 ribu. Kalau ngurusnya besok harganya lebih mahal. Jadi ini hari terakhir,” kata dia.

Meski ia mendapatkan antrean di kantor Samsat, namun ia mengungkap bahwa dirinya merasa tidak kuat mengantre di dalam karena udara terlalu pengap.

“Gak kuat. Berkas udah dimasukin rapi, tapi gak kuat masuknya,” ucapnya.

Ditemui di lokasi terpisah, di lokasi Samsat keliling, warga Kelurahan Margahayu Bekasi Timur, Musa (33), mengatakan bahwa dirinya terpaksa pindah ke Samsat keliling karena tidak bisa mendapatkan antriean di kantor Samsat.

“Karena hari ini terakhir pakai tarif lama jadi rame. Orang kan pada ngejar sebelum harga naik. Tadi aja saya sempat ikut rebutan naro berkas tapi nggak dapet di kantor, jadi disuruh ke gor. Padahal saya mengurus ini bukan karena hari terakhir. Namun karena tenggat waktu pembayaran pajaknya tanggal 7,” tutur dia.

Meski begitu, menurut Musa, kenaikan tarif di Samsat itu normal saja mengingat ini adalah awal tahun.

“Kalau untuk kenaikan normal karena awal tahun baru, namun minta tolong diperbaiki pelayanan karena masih kurang baik. Loket di kantor juga sedikit sementara orangnya banyak. Apalagi di Samsat keliling, panas dan nggak dapat bangku di sini,” kata Musa.

Warga Bekasi lainnya yang mengurus di Samsat keliling, Hadi (59), mengatakan bahwa pelayanan Samsat saat ini sudah cukup baik namun infrastrukturnya kurang memadai.

“Infrastrukturnya masih kurang. Buktinya sampe membludak dan dipindahkan. Kalau infrastruktur memadai kan pasti tetap bisa tertampung. Di sini pengurusan lama banget, padahal tadi dijanjikan lebih cepat,” ucap dia. (Sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini