15 Tahun Lestarikan Budaya Cap Go Meh

BEKASI UTARA – Sudah lima belas tahun lamanya Burhan (74), warga Jalan Perjuangan Telukbuyung, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, melestarikan budaya leluhur melalui kegiatan rutin tahunan Cap Go Meh.

Kepada infobekasi.co.id, Jumat (24/02), Burhan mengisahkan, meskipun sudah memasuki usia lanjut, dirinya kerap diminta untuk meramaikan kirab budaya pada kegiatan rutin tahunan Cap Go Meh di sejumlah, seperti Bandung, Karawang, Tangerang, Ciamis, Brebes, Tegal, Semarang dan Kudus.

“Sudah lima belas tahun saya selalu diminta dan berpartisipasi merayakan kegiatan Cap Go Meh,” kata Burhan.

Ia mengatakan, perayaan Cap Go Meh yang ia lakukan yakni dengan mengarak dan memikul tandu atau joli yang isinya replika dewa maupun dewi warga Tiong Hoa. Dan arakan ini sampai sejauh sejauh 10-15 killometer dengan cara berjalan kaki.

“Saya biasanya bersama rombongan Klenteng Lam Hai Bio, Bekasi Utara, dan selalu menjadi pilihan utama untuk mengarak patung dewa atau pun dewi dengan menggunakan tandu dan selalu berjalan kaki,” ucapnya.

Meskipun sudah tidak muda lagi, Burhan menyatakan bahwa ia tetap menikmati kirab tersebut.

Burhan mengaku senang karena melalui kegiatan tersebut ia bisa mengenal berbagai macam suku bangsa, terlebih ada akulturasi di dalamnya.

“Saya bisa mengenal saudara-saudara saya dari berbagai macam suku bangsa melalui kegiatan tersebut, ditambah lagi ada akulturasi dan kebersamaan dalam wadah kebhinekaan di dalamnya,” tutur dia.

Burhan yang saat ini mengisi waktu luangnya dengan berjualan cupang hias di Jalan K.H. Agus Salim, Kelurahan Bekasijaya, Kecamatan Bekasi Timur, berharap apa yang dilakukannya bisa diikuti oleh generasi penerusnya.

“Sehingga kebudayaan tradisional bisa terus dilestarikan oleh generasi penerus hingga turun temurun,” ucapnya. (Apl)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini