Ini Candaan Wagub Jabar Dihadapan Ibu-ibu Majlelis Taklim

BEKASI SELATAN – Wakil Gubernur (wagub) Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar dalam sambutan di acara Tarhib Ramadhan Islamic Center Kota Bekasi, Selasa (16/5) menghadirkan gelak tawa para jamaah yang didominasi kaum ibu.

Dedy sempat beberapa kali melontarkan candaan yang mengundang tawa ribuan jamaah yang berasal dari Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Bekasi. candaan seputar kebiasaan bulan Ramadhan seperti bagaimana kaum ibu yang mulai dipusingkan dengan berbagai permasalah kenaikan harga pokok dan keperluan lain yang meningkat.

“Tapi ujiannya kadang semakin berat, di bulan Ramadhan banyak kebutuhan seperti belanja, saya sebagai kepala keluarga merasakan hal itu, padahal kan makan cuma dua kali, harusnya bisa lebih irit kan” Tuturnya sambil mengucapkan dengan kalimat canda

Namun yang lebih menarik adalah ketika Deddy yang juga merupakan aktor itu promosi dan menceritakan kisah terbaru dari sinetron Ramadhan yang dibintanginya, Para Pencari Tuhan (PPT). Sinetron spesial Ramadhan yang sudah tahun ke 11 ini kata Deddy akan menghadirkan cerita yang menarik dan mengibur disaat santap sahur.

“Ibu-ibu itu biasanya yang paling capek, sediain makan buat buka, apalagi siapin makan buat sahur, harus bangun lebih dulu dan masak, Tapi jangan lupa nonton PPT pas sahur,” celetuknya yang disambut gelak tawa jamaah.

Tidak sampai disitu, Deddy juga melanjutkan candaannya ketika berbicara tentang kebutuhan pokok yang semakin meningkat saat bulan puasa. Dia menghimbau kepada kaum ibu agar bisa menahan dan mengatur keuangan dalam hal berbelanja kebutuhan pokok.

“Jangan sekaligus borong, ibu-ibu harus bisa menghemat belanja, kadang untuk sajian berbuka kita hidangkan begitu banyak makanan, enggak usha seperti itu,  cukup satu jenis atau secukupnya, tapi kalau mau beli yang ada badaknya ya enggak apa-apa satu boleh,” ucapnya merujuk pada iklan minuman penyegar yang juga dibintanginya.

Sebagai penutup, Wagub Jabar itu juga sempat membacakan sebuah puisi tentang ibu-ibu karya Khofifah Indar parawansa yang berjudul ‘Cuma emak yang tahu rasanya’. Berikut kutipan puisi tersebut.

Saat emak baru saja memejamkan mata, pecahlah tangisan si kecil dengan nyaringnya.

Dalam keadaan mengantuk anak pun harus digendong sepenuh cinta…

Bagaimana rasanya?

Cuma emak yang tahu rasanya.

Saat lapar melanda, terbayang makanan enak di atas meja.

Ketika suapan pertama anak pup di celana.

Bagaimana rasanya?

Cuma emak yang tahu rasanya.

Ah… di balik kerepotan itu semua

Namun ada jua surga di dalamnya

Cuma emak yang tahu lezatnya makna senyuman anak yang diberikan,

pelukan anak, ucapan cinta anak yang tampak sederhana di hadapan orang….

Puisi dengan bahasa yang mudah dicerna dan kalimat lucu itu dibacakan secara serius oleh Deddy, sontak ibu-ibu yang mendengarkan seolah dibawa kesuasana lucu sekaligus harus dengan isi puisi yang secara tidak langsung sangat mewakili keberadaan kaum ibu. (sel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini